Kalimantan Utara — Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara menegaskan pembangunan jaringan kereta api akan sepenuhnya didanai investasi swasta. Kepala Bapperida Kaltara Bertius menerangkan keputusan ini telah disepakati dalam Pra Musrenbangnas, mengalihkan beban pembiayaan infrastruktur transportasi dari kas daerah.
Komitmen ini menunjukkan strategi pemerintah daerah menarik modal non-APBD/APBN untuk infrastruktur besar. Meskipun didanai swasta, proyek tetap berada di bawah koordinasi PT Kereta Api Indonesia guna menjamin keseragaman standar teknis dengan sistem perkeretaapian nasional.
Bertius mengonfirmasi bahwa pembangunan kereta api di Kaltara murni mengandalkan investasi privat. "Dipastikan kemarin bahwa pembangunan itu tidak menggunakan anggaran APBD maupun APBN. Tetapi murni diserahkan kepada pihak swasta di bawah koordinasi PT KAI," ujarnya.
Arahan Pemerintah Pusat dalam Pra Musrenbangnas menetapkan kerangka pendanaan ini. Pelaksanaan akan ditindaklanjuti segmen per segmen di berbagai wilayah setelah Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional selesai pada 7 Mei.
Tujuan utama proyek adalah menurunkan biaya transportasi barang dan penumpang di Kalimantan Utara. Dampak ekonomi yang diharapkan adalah pengurangan harga komoditas lokal, meningkatkan daya beli masyarakat.
Bertius membandingkan efisiensi pembangunan kereta api dengan jalan raya. "Kalau dari sisi investasi ya mungkin berimbang saja bangun kereta api dan membangun jalan, tetapi dari sisi kecepatan membangunnya, pasti lebih cepat kereta api," katanya. Proyek ini menjadi solusi konektivitas antarkota yang lebih efisien untuk wilayah di luar Pulau Jawa.
PT Indonesia Transit Synergy (Intra) telah memaparkan proposal investasi kereta api kepada pimpinan Kalimantan Utara. Gubernur Zainal A. Paliwang dan Ketua DPRD menerima audiensi dari perusahaan swasta ini beberapa waktu lalu. Gubernur menyatakan kesiapan Pemerintah Provinsi mendukung penuh pelaksanaan proyek.
"Insya Allah untuk investor kereta api akan masuk di Kaltara. Saya bersama Ketua DPRD Kaltara dan pejabat lainnya beberapa waktu lalu menerima audiensi PT Intra yang berminat berinvestasi di Kaltara," ujar Zainal A. Paliwang.
Gubernur memiliki ambisi jangka panjang menghubungkan jaringan kereta api Kaltara dengan Ibu Kota Nusantara di Kalimantan Timur. "Semoga kereta api yang akan dibangun ini nanti terkoneksi sampai di IKN dan mudah-mudahan ke depan akan terkoneksi seluruh Kalimantan dan Malaysia serta Brunei," katanya.
Visi ini mencerminkan strategi integrasi regional yang lebih luas, menempatkan Kalimantan sebagai hub logistik dan transportasi strategis di kawasan Asia Tenggara. Proyek menjadi bagian dari akselerasi konektivitas infrastruktur pemerintah pusat untuk wilayah nusantara di luar Jawa.