TANA TIDUNG — Puluhan prajurit TNI dari Batalyon Infanteri TP 922/Upuntaka kini dibekali keterampilan teknis memadamkan api. Mereka mengikuti pelatihan yang digelar Disdamkarmat Kabupaten Tana Tidung di markas batalyon, belum lama ini.
Materi pelatihan mencakup teknik menyalakan mesin pompa serang, mengatur tekanan air, hingga prosedur penanganan titik api di lapangan. Instruktur dari Damkar memberikan pendampingan langsung agar setiap prajurit memahami cara kerja alat dan standar keselamatan saat bertugas.
Kepala Disdamkarmat Tana Tidung, Rudi, mengatakan sinergi dengan TNI diperlukan karena wilayah Tana Tidung memiliki karakteristik geografis yang cukup luas. Menurutnya, personel Damkar yang terbatas sering kali kewalahan saat kebakaran terjadi di lokasi terpencil.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan seluruh personel memiliki kemampuan dasar yang sama dalam penanganan kebakaran, sehingga respons di lapangan bisa lebih cepat dan terarah,” ujar Rudi dalam keterangannya.
Ia menambahkan, kesamaan pola kerja dan komunikasi menjadi kunci agar penanganan kebakaran dapat dilakukan tanpa hambatan. Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun prosedur tetap (protap) gabungan antara Damkar dan TNI.
Wadanyon TP 922, Kapten Nirwan, menilai kegiatan ini memberikan pengalaman praktis yang tidak bisa didapatkan dari teori saja. Para prajurit diajak langsung mengoperasikan pompa dan menyimulasikan pemadaman di area terbuka.
“Latihan bersama menjadi langkah penting untuk membangun kerja sama yang solid, sehingga penanganan kebakaran dapat berlangsung lebih efektif dan terkoordinasi,” kata Kapten Nirwan.
Menurutnya, kemampuan ini akan sangat berguna jika terjadi kebakaran hutan atau lahan di sekitar pos-pos jaga batalyon yang berada di daerah rawan.
Tana Tidung merupakan salah satu kabupaten di Kalimantan Utara yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Kondisi ini membuat koordinasi antara instansi sipil dan militer menjadi krusial, tidak hanya untuk keamanan, tetapi juga penanganan bencana.
Disdamkarmat Tana Tidung berencana menggelar pelatihan serupa secara berkala. Rudi menyebut, evaluasi akan dilakukan setelah latihan pertama ini untuk menyempurnakan prosedur dan memperluas materi ke jenis alat pemadam lainnya.
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Tana Tidung meningkatkan kesiapsiagaan bencana di tengah keterbatasan sumber daya manusia dan peralatan.