TANJUNG SELOR — Rencana pembangunan jalur kereta api yang membentang di Pulau Kalimantan resmi dimulai dari wilayah Kalimantan Utara. Proyek ini tidak hanya menjadi konektivitas antarprovinsi, tetapi juga dirancang untuk terintegrasi langsung dengan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.
Pemerintah pusat menetapkan Kaltara sebagai titik awal pembangunan. Tahap awal difokuskan pada jalur yang menghubungkan kawasan industri dan pelabuhan utama di provinsi paling utara Pulau Kalimantan ini.
Target jangka panjangnya, jalur kereta akan menjangkau IKN di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Rencana induk perkeretaapian nasional juga mencantumkan sambungan jalur hingga Pontianak, Kalimantan Barat, yang akan menjadikan moda transportasi ini sebagai tulang punggung logistik dan mobilitas penduduk di seluruh Kalimantan.
Kehadiran kereta api diproyeksikan memangkas biaya logistik yang selama ini sangat tinggi karena ketergantungan pada transportasi darat dan laut. Bagi warga di daerah perbatasan seperti Nunukan dan Malinau, akses ke pusat ekonomi di Tanjung Selor dan Tarakan diharapkan lebih cepat dan murah.
Pembangunan ini juga membuka lapangan kerja baru, baik selama konstruksi maupun setelah operasional. Sektor UMKM dan pariwisata lokal diperkirakan ikut terdorong seiring meningkatnya konektivitas.
Hingga saat ini, pemerintah masih dalam tahap finalisasi studi kelayakan dan pembebasan lahan di beberapa titik. Gubernur Kalimantan Utara sebelumnya menyatakan dukungan penuh terhadap proyek ini, termasuk penyiapan lahan milik pemda.
Tantangan utama adalah kondisi geografis Kaltara yang berbukit dan sebagian berupa hutan lindung. Pemerintah memastikan pembangunan akan mengikuti kaidah lingkungan yang ketat agar tidak merusak ekosistem setempat.
Proyek ini masuk dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional dan didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU). Peletakan batu pertama atau groundbreaking direncanakan dalam waktu dekat, meski jadwal pasti masih menunggu rampungnya kajian teknis.
Jika semua berjalan sesuai rencana, jalur perdana di Kaltara ditargetkan beroperasi secara bertahap mulai 2027. Masyarakat pun mulai bersiap menyambut moda transportasi yang selama ini hanya ada di Jawa dan Sumatera.