JAKARTA — Dua kategori sekaligus diraih Kalimantan Utara pada malam puncak Anugerah Adinata Syariah 2026. Penghargaan pertama untuk kategori Literasi Ekonomi dan Keuangan Syariah, dan kedua sebagai The New Emerging Sharia Economic Region.
Gubernur Kaltara Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., didampingi Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (KISP) Kaltara Dr. H. Iskandar, S.IP., M.Si., menerima langsung penghargaan tersebut. Ajang ini diinisiasi Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) bersama CNN Indonesia.
Wakil Presiden RI ke-13 K.H. Ma’ruf Amin hadir dalam acara tersebut dan menyampaikan bahwa sektor keuangan syariah nasional menunjukkan kinerja tahunan yang kuat. “Total aset keuangan syariah tumbuh 10,6 persen secara tahunan, melampaui pertumbuhan sektor keuangan nasional sebesar 10 persen,” ujarnya di hadapan para kepala daerah.
Ma’ruf Amin merinci, hingga Maret 2026 total aset keuangan syariah mencapai Rp 10.542 triliun. Capaian itu telah melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), dengan rasio aset keuangan syariah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 52 persen, lebih tinggi dari target 45,38 persen.
Penghargaan ini menjadi bukti bahwa kebijakan Pemprov Kaltara sejalan dengan Masterplan Ekonomi dan Keuangan Syariah Indonesia (MEKSI) 2025–2029. Ke depan, pemerintah daerah akan memperkuat tiga program strategis.
Pertama, percepatan sertifikasi halal bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Kedua, peningkatan literasi keuangan syariah di kalangan masyarakat. Ketiga, optimalisasi instrumen keuangan sosial untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Gubernur Zainal Paliwang menyebut penghargaan ini sebagai motivasi untuk terus mendorong ekonomi syariah di Kaltara. Ia optimistis langkah konkret di lapangan akan memperkuat ekosistem halal di provinsi yang berbatasan langsung dengan Malaysia tersebut.