TARAKAN — Ribuan warga dari berbagai kalangan memadati kawasan Juata Permai pada Ahad (19/7) untuk mengikuti I-WECAMP Fun Run 5K 2026 yang digelar Pesantren Insan Mandiri. Acara yang mengusung konsep olahraga dan edukasi ini diikuti oleh santri, pelajar, anak-anak, orang tua, hingga komunitas lari di Kota Tarakan.
Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Supa’ad Hadianto, SE, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut mengaku terkesan dengan tingginya partisipasi masyarakat. “Saya melihat kegiatan pesantren hari ini luar biasa. Bisa menyatukan masyarakat, mulai dari santri, anak-anak sampai orang dewasa. Ini bukan hanya kegiatan olahraga, tetapi membangun kebersamaan masyarakat,” ujar politisi Partai NasDem itu.
Menurut Supa’ad, keberhasilan penyelenggaraan I-WECAMP Fun Run tidak lepas dari kolaborasi erat antara panitia, pemerintah setempat, masyarakat, dan para donatur. Sinergi ini, lanjutnya, menjadi contoh nyata bahwa pembangunan pendidikan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas pemerintah atau lembaga pendidikan semata.
Bentuk dukungan terhadap keberlangsungan pendidikan di Pesantren Insan Mandiri pun diwujudkan secara konkret. Supa’ad bersama sejumlah donatur berkomitmen untuk menyalurkan bantuan beras setiap bulan kepada pesantren tersebut. “Bantuan ini kami harapkan dapat membantu operasional pesantren dan memberikan manfaat bagi para santri yang sedang menempuh pendidikan,” katanya.
Supa’ad menekankan, keberadaan pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang berakhlak dan cinta tanah air. Karena itu, seluruh elemen masyarakat perlu bahu-membahu mendukung pengembangan lembaga pendidikan keagamaan di Kalimantan Utara.
Meskipun sempat diguyur gerimis, antusiasme peserta I-WECAMP Fun Run 5K 2026 tidak surut. Kegiatan berlangsung meriah hingga akhir, ditutup dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang dan pengundian doorprize yang disambut gegap gempita peserta.
Supa’ad berharap I-WECAMP tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial belaka. “Saya berharap kegiatan ini terus berkembang menjadi agenda tahunan yang mampu menarik partisipasi masyarakat lebih luas sekaligus memperkenalkan program-program pendidikan Pesantren Insan Mandiri,” tegasnya.
Melalui kegiatan seperti ini, masyarakat diajak untuk tidak hanya hidup sehat melalui olahraga, tetapi juga memperkuat silaturahmi, kepedulian sosial, dan semangat gotong royong. Supa’ad menilai semangat inilah yang menjadi fondasi utama untuk membangun Kalimantan Utara yang lebih maju dan berdaya saing. (*)