KALIMANTAN UTARA — Kepindahan Szijjártó dari panggung politik ke industri otomotif diumumkan langsung melalui akun Facebook pribadinya. Ia menyebut BYD sebagai salah satu perusahaan paling sukses di industri otomotif dalam 20 tahun terakhir dan pemimpin global kendaraan energi baru.
Szijjártó telah menjadi anggota Majelis Nasional Hongaria sejak 2002. Ia kemudian menjabat sebagai Menteri Luar Negeri dan Perdagangan dari 2014 hingga Mei 2026.
"Mulai hari ini, saya akan menjabat sebagai eksekutif yang bertanggung jawab atas hubungan eksternal grup dan perluasan lini bisnis baru," tulis Szijjártó dalam pengumumannya, dikutip dari Carnewschina.
Langkah ini mempertegas hubungan erat antara Hongaria dan China di sektor kendaraan listrik. BYD sendiri telah memulai pembangunan pabrik mobil listrik pertamanya di Eropa yang berlokasi di Szeged, Hongaria selatan, pada 2024. Fasilitas itu dirancang memiliki kapasitas produksi hingga 300.000 unit kendaraan per tahun.
Tak hanya pabrik, pemerintah Hongaria dan BYD juga menandatangani perjanjian kerja sama strategis. Isinya mencakup pembangunan kantor pusat BYD untuk kawasan Eropa di Budapest, lengkap dengan pusat riset dan pengembangan (R&D) baru.
Saat penandatanganan kerja sama tersebut, Perdana Menteri Hongaria Viktor Orbán menilai industri otomotif tengah memasuki era transformasi besar. Menurutnya, dominasi China dalam teknologi kendaraan listrik membuat kemitraan dengan BYD menjadi peluang penting untuk memperkuat ekonomi Hongaria.
Pada April 2026 lalu, Orbán kembali menegaskan komitmen pemerintah mendukung investasi perusahaan kendaraan listrik asal China. "Kami berharap dapat menjadikan perusahaan lokal Hungaria sebagai mitra BYD, CATL, dan investor besar lainnya. Saya yakin kita pasti akan mampu mencapai kerja sama yang saling menguntungkan," ujarnya.
BYD bukan satu-satunya pemain China yang membangun pabrik di Hongaria. Produsen baterai raksasa seperti CATL, EVE Energy, dan Sunwoda juga sedang membangun pabrik baterai di negara tersebut. Nio bahkan telah lebih dulu mendirikan fasilitas produksi dan pusat riset untuk stasiun penukaran baterai (battery swap) di Eropa melalui Hongaria.
Masuknya investasi besar-besaran ini membuat Hongaria berkembang menjadi salah satu pusat industri kendaraan listrik baru di Eropa. Negara itu kini berfungsi sebagai gerbang ekspansi utama bagi produsen otomotif China yang ingin menembus pasar Benua Biru.