TANJUNG SELOR — Pemprov Kalimantan Utara mengubah pendekatan konvensional yang selama ini menunggu investor menjadi strategi proaktif. Pemerintah kini mendatangi langsung pengelola kawasan dan investor untuk memetakan kebutuhan industri yang bisa dipenuhi oleh pelaku usaha lokal.
Sistem digital bernama SINERGI Kaltara—kependekan dari Sistem Integrasi Nilai Ekonomi Rantai Global Industri untuk Kalimantan Utara—resmi diluncurkan pada Senin (21/7). Platform ini menjadi pintu tunggal yang mempertemukan pasokan produk dan jasa UMKM dengan permintaan perusahaan besar di kawasan industri.
Kawasan Industri Tanah Kuning–Mangkupadi yang membentang sekitar 10.100 hektare menjadi fokus utama integrasi ini. Pemprov ingin memastikan pelaku usaha lokal menjadi bagian utama dari rantai pasok industri di kawasan tersebut.
“Kami mengajak seluruh investor dan pengembang kawasan untuk membuka ruang kolaborasi bersama UMKM Kaltara. Melalui SINERGI Kaltara, pemerintah siap menjembatani kebutuhan industri dengan kemampuan pelaku usaha lokal secara lebih terukur dan profesional,” kata Sekprov Denny Harianto.
Pemprov Kaltara menyiapkan Peraturan Gubernur dan Surat Keputusan Gubernur sebagai landasan hukum kemitraan antara UMKM dan pelaku industri. Selain itu, pemerintah membentuk forum khusus untuk mendampingi UMKM dalam pengurusan izin usaha, peningkatan kualitas produk, hingga standarisasi kemasan.
Di dalam sistem SINERGI Kaltara, standarisasi produk, spesifikasi teknis, legalitas usaha, dan transparansi harga dikelola secara terukur. UMKM yang lolos verifikasi akan memperoleh pengakuan sebagai mitra yang memenuhi standar industri.
“Bagi UMKM, ini kesempatan besar untuk naik kelas. Bagi investor, ini memberikan kepastian pasokan lokal yang lebih cepat, efisien, dan sesuai standar. Kami ingin hubungan ini saling menguntungkan,” ujar Denny.
Dalam jangka panjang, SINERGI Kaltara diproyeksikan menjadi pintu masuk produk lokal ke pasar internasional seiring berkembangnya aktivitas industri dan ekspor di Kalimantan Utara. Pemprov optimistis integrasi sistem ini akan mempercepat perputaran ekonomi daerah dan memperkuat daya saing UMKM.
Saat ini dinas teknis sebagai leading sector terus melakukan sosialisasi untuk menarik UMKM potensial yang belum tergabung dalam ekosistem pembinaan. “Mari kita bangun ekosistem usaha yang kuat bersama pemerintah, investor dan pengembang kawasan demi kemajuan ekonomi Kaltara,” pungkas Denny.