KALIMANTAN UTARA — Novum Studio mengumumkan pendanaan baru yang akan digunakan untuk meluncurkan Ahoy Project, sebuah platform komunikasi enterprise AI-native. Perusahaan yang berbasis di New York, AS, ini menyebut platform tersebut akan menjadi sistem dasar bagi organisasi yang ingin bertransformasi ke era AI—bukan dijual sebagai langganan perangkat lunak mandiri, melainkan solusi terpadu yang dirancang khusus untuk setiap klien. Pengumuman resmi dirilis melalui Media OutReach Newswire pada 24 Juli 2026.
Menurut Novum Studio, Ahoy Project akan berfungsi sebagai lapisan kolaborasi yang digerakkan oleh AI, menangkap konteks dari komunikasi sehari-hari untuk membangun basis pengetahuan perusahaan yang dapat dicari. Platform ini dirancang untuk mengatasi fragmentasi pengetahuan, keputusan, dan alur kerja yang tersebar di obrolan, rapat, serta alat yang tidak terhubung.
“Di era AI, komunikasi itu sendiri menjadi cerdas. Kami percaya platform generasi berikutnya tidak hanya menghubungkan orang, tetapi juga memahami alur kerja, kolaborasi, dan perilaku organisasi,” ujar Anna Danyi, pendiri Novum Studio, dalam pernyataan resmi.
Novum Studio memulai perjalanannya sebagai perusahaan sosial konsumen. Frog, aplikasi yang kerap disebut sebagai “Snapchat generasi baru,” sukses menjangkau 20 juta pengguna di AS dan Eropa. Aplikasi ini populer di kalangan Gen Z karena berbagi waktu nyata yang spontan dan autentik, dengan tekanan interaksi yang rendah.
Pengalaman membangun ruang sosial berskala besar—tempat jutaan orang berkomunikasi, membentuk grup, dan berkoordinasi secara real-time—langsung diaplikasikan ke pendekatan enterprise. “Kami menghabiskan waktu bertahun-tahun memahami bagaimana jutaan pengguna berkomunikasi secara daring. Sekarang kami membangun sistem yang memahami bagaimana manusia berkomunikasi dan beroperasi bersama,” tambah Danyi.
Kemampuan inti Ahoy Project mencakup tiga area: organisasi pengetahuan berbasis percakapan, kolaborasi berbantuan AI, dan dukungan alur kerja yang terintegrasi langsung ke dalam komunikasi tim. Platform ini duduk di lapisan tempat pekerjaan dibahas dan diputuskan, sehingga bisa menjadi fondasi model operasi AI-native yang lebih luas.
Pendanaan baru akan mendukung peluncuran dan ekspansi internasional bisnis enterprise ini, seiring kecerdasan buatan mengubah cara organisasi berkomunikasi, berkolaborasi, dan beroperasi.
Anna Danyi lulus dari London School of Economics and Political Science (LSE) pada 2018 dan memulai kariernya di konsultasi serta teknologi. Sebelum mendirikan Novum Studio, ia membangun beberapa aplikasi konsumen dan keluar melalui akuisisi. Pada 2025, Forbes China menobatkannya dalam daftar 100 tokoh global Tionghoa paling berpengaruh di bidang produk digital AI.
Novum Studio melihat ekspansi ini sebagai cerminan pergeseran industri teknologi yang lebih luas. Jika TikTok dan Instagram mendefinisikan bagaimana konten didistribusikan di era sosial mobile, maka tahap berikutnya—menurut perusahaan—akan berpusat pada sistem cerdas yang memahami komunikasi dan koordinasi, bukan lagi sekadar umpan berita.