KALIMANTAN UTARA — PT Pertamina (Persero) mematok harga Pertamax Rp15.950 per liter dalam penyesuaian BBM nonsubsidi yang berlaku sejak 2 September 2026. Harga di SPBU swasta berbeda-beda, dengan Shell V-Power Diesel dan Vivo Diesel Primus kompak di Rp25.420 per liter. BBM subsidi Pertalite dan Biosolar tidak mengalami perubahan.
Untuk BBM subsidi, Pertamina memastikan tidak ada perubahan harga. Pertalite tetap dijual Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar dipatok Rp6.800 per liter.
Badan usaha swasta juga menetapkan harga masing-masing. Shell memasang harga Shell V-Power Diesel Rp25.420 per liter. Vivo Energy menetapkan Diesel Primus di angka yang sama, Rp25.420 per liter.
Untuk produk bensin, Vivo menjual Revvo 92 seharga Rp16.130 per liter. Revvo 95 dibanderol Rp19.330 per liter. Selisih harga antaroperator untuk produk setara mencapai ribuan rupiah per liter.
Pertalite dan Biosolar tetap menjadi pilihan termurah di SPBU Pertamina. Keduanya masuk kategori BBM subsidi yang harganya ditetapkan pemerintah. Tidak ada perubahan harga untuk kedua produk itu.
Harga BBM nonsubsidi Pertamina terakhir disesuaikan pada 2 September 2026. Penyesuaian berikutnya bergantung pada pergerakan harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah.