Pemerintah Kabupaten Malinau memetakan prioritas kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan melalui monitoring langsung ke sejumlah sekolah, salah satunya SDN 004 Malinau Kota. Bupati Malinau Wempi W Mawa meminta Dinas Pendidikan menyusun skala prioritas setelah menemukan sejumlah kebutuhan mendesak, terutama penambahan ruang kelas. Monitoring dilakukan untuk melihat kondisi tenaga pendidik sekaligus sarana yang tersedia di sekolah-sekolah.
MALINAU — Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malinau Muhammad Fiteriyadi menyatakan monitoring dilakukan untuk melihat langsung kondisi tenaga pendidik sekaligus sarana dan prasarana yang tersedia di sekolah. Dari kunjungan tersebut, ditemukan sejumlah kebutuhan yang dinilai perlu mendapat perhatian dan ditindaklanjuti sesuai skala prioritas.
Salah satu kebutuhan yang dinilai cukup mendesak adalah penambahan ruang kelas. Hal ini berkaitan dengan meningkatnya jumlah peserta didik, terutama pada kelas awal.
"Yang pertama itu ruang kelas. Ternyata jumlah peserta didik di beberapa satuan pendidikan cukup membludak, terutama di kelas-kelas awal seperti kelas 1. Sementara ketersediaan ruang kelas terbatas," ujar Fiteriyadi.
Kondisi tersebut perlu diantisipasi karena pada tahun depan diperkirakan jumlah lulusan Taman Kanak-kanak yang masuk ke sekolah dasar di wilayah SDN 004 cukup besar. Jika tidak diantisipasi, jumlah peserta didik berpotensi melebihi kapasitas ruang kelas yang tersedia.
Selain ruang kelas, kebutuhan lain yang ditemukan yakni kantor guru yang masih bergabung dengan kantor kepala sekolah. Pemenuhannya tetap akan disesuaikan dengan tingkat urgensi masing-masing sekolah.
"Memang rata-rata kantor kepala sekolah dan kantor guru masih bergabung. Karena itu Diknas Malinau akan melihat skala prioritas, mana yang harus diutamakan," kata Fiteriyadi.
Kebutuhan pagar sekolah sebagai sarana yang berkaitan dengan kenyamanan dan keamanan peserta didik juga turut menjadi perhatian. Beberapa sekolah telah memiliki pagar, namun pembangunannya dilakukan secara bertahap sehingga masih membutuhkan tindak lanjut.
Bupati Malinau Wempi W Mawa usai monitoring langsung meminta Disdik berkomunikasi lebih lanjut dengan pihak satuan pendidikan guna menyusun skala prioritas kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan.
"Saya minta Disdik Malinau bersama dengan pihak sekolah untuk menyusun skala prioritas kebutuhan," kata Wempi.
Wempi menekankan bahwa persoalan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik. Menurutnya, dukungan terhadap siswa, pemerataan tenaga pendidik, hingga pembentukan karakter juga harus berjalan bersamaan.
"Pendidikan ini bukan hanya soal fisik. Kita juga bicara tentang dukungan terhadap murid, penyebaran pendidik, dan fasilitas. Semua itu harus kita selesaikan bersama," ujarnya.
Wempi meminta Disdik Malinau segera mengurai kebutuhan SDN 004 Malinau Kota, termasuk menghitung kebutuhan ideal ruang kelas berdasarkan jumlah siswa yang saat ini mencapai sekitar 278 orang.
"Nanti ada perhitungannya, idealnya berapa dalam satu kelas dan apakah pendidiknya yang kita optimalkan atau perlu penambahan. Kalau bangunan memang perlu, itu kita pertimbangkan," kata Wempi.
Wakil Kepala Sekolah SDN 004 Malinau Kota Zuliawati Ningsih menyampaikan sejumlah kebutuhan sekolahnya langsung kepada Bupati Malinau, terutama soal ruang kelas karena perkembangan jumlah siswa terus meningkat.
"Kami berharap kebutuhan tersebut dapat menjadi perhatian pemerintah karena fasilitas pendidikan yang memadai sangat berpengaruh terhadap kenyamanan siswa dalam mengikuti pembelajaran," kata Zuliawati.
Pemkab Malinau akan mendorong penyelesaian berbagai persoalan pendidikan secara bertahap sesuai skala prioritas yang disusun bersama pihak sekolah.