NUNUKAN — H. Sura'i menyampaikan perkembangan persiapan kegiatan yang akan mempertemukan masyarakat Tidung dari berbagai wilayah Kalimantan Utara serta negara serumpun. Pembenahan pertama difokuskan pada rumah adat, disusul kebersihan lingkungan di wilayah Binusan.
"Terima kasih, Alhamdulillah saat ini kita sudah memasuki 80 persen daripada persiapan kita," ujar H. Sura'i.
Pembenahan tidak berhenti di rumah adat. Got, parit, dan sejumlah fasilitas pendukung di sekitar lokasi juga telah mulai dikerjakan.
"Kemudian kita juga menganjurkan semua warga untuk melaksanakan pembersihan di lingkungan rumahnya masing-masing," katanya.
Pengecatan halaman rumah adat dilakukan pada sore hingga malam hari. Waktu itu dipilih karena pagi hari masih digunakan anak-anak untuk latihan berbagai kesenian dan budaya tradisional.
"Nah, kebetulan untuk sore ini sampai malam kita melakukan pengecatan di halaman rumah adat. Kenapa kita ambil sore? Kalau pagi masih ada anak-anak yang latihan, yang Jepen, Kuntau, dan sebagainya," jelasnya.
Pengecatan akan dilanjutkan pada bagian atas rumah adat yang kondisinya mulai memudar.
Panitia bersama kepala desa dan empat ketua RT telah mengecek rumah masyarakat yang akan digunakan sebagai tempat penampungan tamu. Total ada 58 rumah yang disiapkan, ditambah fasilitas umum di Binusan.
"Ada kepala desa dan empat ketua RT untuk mengecek rumah masyarakat sebanyak 58 rumah untuk penampungan ditambah fasilitas umum yang ada di Binusan," ungkapnya.
Rangkaian kegiatan dijadwalkan berlangsung 8 hingga 13 Oktober. Para tamu secara umum mulai berdatangan pada 8 Oktober, sementara pembukaan digelar Jumat, 9 Oktober, pukul 08.00–11.00 WITA.
"Insyaallah tamu kita secara di randomnya di jadwalnya itu tanggal 8 itu kedatangan, kemudian tanggal 9 kita akan melaksanakan pembukaan itu hari Jumat pagi jam 8 sampai jam 11," ujarnya.
Sore harinya, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai pertandingan, termasuk tarian dan olahraga tradisional, hingga berakhir pada malam tanggal 12. Pemulangan seluruh rombongan dijadwalkan pagi hari tanggal 13.
"Kemudian sore harinya kita langsung lanjut kegiatan pertandingan baik terkait tarian, olahraga tradisional dan akhirnya kita berakhir di malam tanggal 12. Jadi 8, 9, 10, 11, 12. Pagi harinya 13 maka akan pemulangan semua rombongan," lanjutnya.
Dua rombongan dijadwalkan tiba lebih awal pada 7 Oktober, yakni dari Malinau dan Lumbis. Kedatangan lebih awal dilakukan karena mereka perlu mengatur wilayah atau teritorial rombongan masing-masing.
"Malinau dan Lumbis, mereka hadir di tanggal 7, lebih mendahului dari jadwal yang ada. Di mana Malinau itu sendiri data masuk sama kami sekarang mungkin masih bisa bertambah 120 orang. Kemudian dari Lumbis ada 80 orang," jelasnya.