Warga Desa Binusan Nunukan Swadaya Cor Jalan Berlubang Jelang Iraw Borneo Bersatu 8-13 Oktober

Penulis: Boyke Sihombing  •  Senin, 05 Oktober 2026 | 07:47:01 WIB
Warga Desa Binusan bergotong royong menutup lubang jalan secara swadaya menjelang Iraw Borneo Bersatu.

NUNUKAN — Warga Desa Binusan, Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, menutup lubang-lubang jalan yang selama ini tergenang air agar akses menuju desa mereka layak dilalui tamu Iraw dari berbagai daerah dan negara serumpun. Perbaikan dilakukan bersama aparat desa dengan material yang dikumpulkan secara swadaya.

Desa Binusan merupakan salah satu pintu masuk dan jalur yang akan dilalui rombongan tamu Iraw. Kondisi jalan yang mulus dinilai menjadi wajah desa sekaligus bentuk penghormatan kepada para tamu yang datang.

Material Dikumpulkan Sendiri, Tanpa Anggaran Pemerintah

Sejak pagi, warga bahu-membahu menggunakan cangkul, sekop, dan gerobak dorong untuk menutup lubang jalan. Semen, pasir, dan koral disiapkan dari urunan warga, bukan dari dana desa maupun anggaran pemerintah daerah.

Kepala Desa Binusan Rudihartono mengatakan kegiatan ini merupakan inisiatif murni masyarakat yang ingin desanya tampil bersih, rapi, dan nyaman saat menyambut tamu Iraw.

"Ini swadaya murni masyarakat Desa Binusan. Menjelang Iraw, warga ingin memberikan yang terbaik. Jalan yang berlubang dan tergenang air kita cor bersama agar tamu yang datang ke Nunukan merasa nyaman melintas di Desa Binusan," ujar Rudihartono, Minggu (4/10).

Tamu dari Malaysia, Filipina, dan Brunei Jadi Pertimbangan Warga

Menurut Rudihartono, rombongan tamu Iraw tidak hanya datang dari kabupaten lain di Kalimantan Utara seperti Malinau, Tana Tidung, Bulungan, dan Tarakan. Tamu dari Malaysia, Filipina, dan Brunei juga dijadwalkan hadir.

"Jangan sampai tamu dari Malinau, Tana Tidung, Bulungan, Tarakan, bahkan dari Malaysia, Filipina dan Brunei melihat jalan kita rusak. Jadi warga berinisiatif langsung action," tambahnya.

Pemerintah desa, kata Rudihartono, hanya memfasilitasi jalannya kegiatan. Seluruh pekerjaan pengecoran dikerjakan langsung oleh warga yang rela menyisihkan waktu, tenaga, dan materi.

Semangat Gotong Royong Disebut Cerminan Filosofi Iraw

Rudihartono menilai kekompakan warga Desa Binusan mencerminkan filosofi Iraw itu sendiri, yakni silaturahmi dan kebersamaan. Ia menyebut semangat gotong royong di desanya masih sangat kuat.

"Kami pemerintah desa hanya memfasilitasi, yang bekerja adalah masyarakat. Ini bukti bahwa semangat gotong royong di Binusan masih sangat kuat," jelasnya.

Perbaikan swadaya ini diharapkan membuat akses jalan aman dan layak dilalui selama rangkaian Iraw Borneo Bersatu di Kabupaten Nunukan pada 8-13 Oktober mendatang. Warga tetap menunggu perbaikan permanen dari Pemkab Nunukan untuk kerusakan jalan yang lebih luas.

"Terima kasih untuk seluruh masyarakat Desa Binusan. Semoga menjadi amal jariyah dan membuat Desa Binusan semakin kompak menyukseskan Iraw Borneo Bersatu di Kabupaten Nunukan," pungkas Rudihartono.

Reporter: Boyke Sihombing
Sumber: pembawakabar.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top