TANJUNG SELOR — Kepala Desa Gunung Sari, Waluyo H.S., menyatakan kesiapan pemerintah desa membantu menyosialisasikan Aplikasi Perlinsos kepada warganya. Aplikasi hasil kolaborasi pemerintah dengan Polri itu diperkenalkan dalam forum Jumat Curhat yang digelar di kantor desa setempat.
AKP Agus Alamsyah dari Ditbinmas Polda Kaltara menyebut Jumat Curhat sebagai wadah bagi warga menyampaikan persoalan di lingkungan masing-masing. Ia juga memaparkan pemanfaatan Call Center Polri 110 untuk laporan maupun permintaan bantuan kepolisian.
Achmad Jainul Abidin menyoroti aktivitas anak-anak di bawah umur yang berada di sejumlah kafe hingga malam hari, termasuk dampak negatif yang menyertainya. Ia juga mengeluhkan penggunaan knalpot brong dan pengendara yang melaju dengan kecepatan tinggi pada malam hari.
Menanggapi hal itu, AKP Agus Alamsyah menyatakan penertiban kafe melibatkan kewenangan instansi terkait, termasuk Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Pihaknya akan berkoordinasi dan bekerja sama dengan Satpol PP untuk mendampingi serta menindaklanjuti persoalan tersebut sesuai kewenangan.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi anak-anak, khususnya pada malam hari.
"Terima kasih atas masukan dan keluhan yang disampaikan masyarakat. Untuk penertiban kafe, kewenangannya juga berada pada Satpol PP. Kami akan berkoordinasi dan bekerja sama untuk mendampingi permasalahan tersebut. Kami juga mengharapkan kerja sama masyarakat, terutama para orang tua, untuk memantau dan membimbing anak-anak," ujar AKP Agus Alamsyah.
Ketua RT 12, Sugianto, menyampaikan kondisi keamanan di lingkungan permukiman yang terdapat sejumlah anak kos. Ia berharap ada kepedulian bersama antara penghuni kos, masyarakat, dan perangkat RT untuk menjaga keamanan lingkungan.
Sugianto juga meminta dukungan untuk memperbaiki dan membersihkan pos keamanan lingkungan yang saat ini dalam kondisi terbuka dan kurang terurus.
Aipda Paddal menyatakan usulan tersebut akan dikoordinasikan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti. Pihaknya juga akan melakukan peninjauan terhadap kondisi pos Satkamling di lingkungan RT 12.
"Untuk usulan tersebut nanti akan kami koordinasikan dengan pimpinan agar dapat ditindaklanjuti. Kami juga akan melakukan peninjauan. Apabila Satkamling sudah aktif, kami akan membantu dengan perlengkapan seperti rompi, senter, dan tongkat T," jelas Aipda Paddal.
Ditbinmas Polda Kaltara menegaskan Jumat Curhat merupakan bagian dari upaya memperkuat komunikasi antara Polri dan masyarakat. Kegiatan itu juga mendorong partisipasi aktif warga menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.
Melalui kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, pemerintah desa, serta masyarakat, berbagai persoalan kamtibmas diharapkan dapat ditangani bersama. Tujuannya menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah Kalimantan Utara.