NUNUKAN — Rombongan Mendagri didampingi Sestama Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Deputi BNPP, Direktur Jalan Kementerian PU, Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang, serta Kepala Balai Jalan PU Kaltara. Agenda lapangan di Krayan mencakup dua titik: Jalan Nasional Krayan-Malinau di Krayan Timur dan lokasi pembangunan PLBN Long Midang.
Camat Krayan Roni Firdaus membenarkan rencana kunjungan tersebut dengan catatan cuaca mendukung. Ia menyebut warga setempat menaruh harapan besar pada peninjauan langsung ini.
"Ya, kalau jadwal tidak berubah dan cuaca mendukung, beliau akan ke Krayan hari ini. Agenda beliau di Krayan pertama meninjau Jalan Nasional Krayan-Malinau yang ada di Krayan Timur. Kedua, melihat lokasi pembangunan PLBN Long Midang," ujar Roni Firdaus.
Kerusakan Jalan Nasional Krayan-Malinau bukan persoalan baru. Warga Krayan Raya menyampaikan keluhan yang sama sejak puluhan tahun, terutama karena jalur itu menjadi penghubung utama antarwilayah di perbatasan.
"Harapan warga, dengan kunjungan kerja dan peninjauan langsung di lapangan ini, beliau dapat gambaran nyata terkait permasalahan infrastruktur jalan yang ada di Krayan Raya yang selama ini menjadi keluhan warga selama puluhan tahun," ungkap Roni.
Kondisi jalan yang rusak memukul mobilitas harian warga, distribusi barang, dan akses layanan dasar. Selama ini perbaikan bergantung pada anggaran pusat karena statusnya sebagai jalan nasional di kawasan perbatasan.
Selain jalan, Mendagri meninjau pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Long Midang. PLBN ini menjadi pintu masuk resmi warga kedua negara di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.
Roni berharap peninjauan lapangan memicu langkah konkret dari pemerintah pusat, khususnya melalui Kementerian PU. Menurutnya, tanpa intervensi khusus, persoalan jalan di Krayan akan terus berulang.
"Diharapkan ada tindak lanjut khusus dari Mendagri untuk menyelesaikan masalah pembangunan jalan yang ada di Krayan," pungkas Roni.
Rangkaian peninjauan jalan dan infrastruktur perbatasan di Krayan dijadwalkan berlangsung hingga sore hari. Setelah itu, Mendagri dan rombongan bertolak kembali menuju Jakarta.
Belum ada keterangan resmi soal hasil peninjauan atau komitmen anggaran yang dibawa pulang dari kunjungan ini. Warga Krayan menunggu apakah keluhan puluhan tahun soal jalan rusak berujung pada perbaikan nyata atau kembali masuk daftar tunggu.