Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Utara untuk meninjau langsung kondisi wilayah perbatasan, disambut Ketua DPRD Kaltara Achmad Djufrie di Bandara Tanjung Harapan, Tanjung Selor. Kedatangan Mendagri disebut sebagai perintah Presiden setelah melalui perjuangan panjang Gubernur dan DPRD Kaltara yang berkali-kali menyuarakan persoalan perbatasan ke pemerintah pusat. Agenda kunjungan mencakup rapat koordinasi di Kantor Bupati Malinau dan peninjauan jalan serta infrastruktur di Krayan, Kabupaten Nunukan.
TANJUNG SELOR — Ketua DPRD Kalimantan Utara Achmad Djufrie menegaskan kunjungan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian ke Kaltara bukan kunjungan biasa. Menurutnya, kedatangan Mendagri merupakan perintah Presiden agar pemerintah pusat melihat langsung kondisi wilayah perbatasan yang selama ini diperjuangkan masyarakat Kaltara.
Djufrie menyampaikan hal itu usai menyambut kedatangan Tito Karnavian di Bandara Tanjung Harapan, Tanjung Selor. Ia menyebut kunjungan tersebut sebagai buah dari perjuangan panjang yang melibatkan Gubernur Kaltara dan seluruh anggota DPRD.
Djufrie mengungkapkan bahwa dirinya bersama pimpinan dan anggota DPRD Kaltara telah beberapa kali mendatangi kementerian di Jakarta untuk memperjuangkan perhatian terhadap wilayah perbatasan. Saat berkunjung ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Keuangan, Djufrie mengaku langsung memimpin rombongan.
"Ini tidak lain adalah perjuangan kita selama ini, perjuangan Pak Gubernur, perjuangan teman-teman di DPRD untuk minta bahwa perbatasan ini diperhatikan," katanya.
Menurut Djufrie, perjuangan tersebut akhirnya membuahkan hasil. Pemerintah pusat disebutnya mencatat dan mengumpulkan seluruh data persoalan perbatasan sebelum akhirnya memerintahkan Mendagri turun langsung mengecek kondisi di lapangan.
Djufrie juga menyinggung adanya riak-riak masyarakat di media sosial yang mempertanyakan perhatian pemerintah pusat terhadap Kaltara. Ia menilai kunjungan Mendagri membuktikan bahwa pemerintah pusat memperhatikan dan mencatat persoalan yang harus diselesaikan di wilayah perbatasan.
"Rupanya pemerintah pusat menyimpan, dicatat dulu, dikumpulkan dulu datanya semua, sehingga diperintahkan Mendagri untuk langsung pergi mengecek ke perbatasan," ujar Djufrie.
Selain Mendagri, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin juga disebut baru-baru ini mengunjungi Kaltara. Djufrie menilai rangkaian kunjungan pejabat pusat tersebut sebagai bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap daerah perbatasan.
Kunjungan Tito Karnavian ke Kaltara mencakup dua agenda utama. Pertama, rapat koordinasi soal perbatasan yang digelar di Kantor Bupati Malinau. Kedua, peninjauan langsung jalan dan infrastruktur lainnya di Krayan, Kabupaten Nunukan.
Djufrie menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian Presiden terhadap Kaltara. Ia berharap kunjungan tersebut menjadi titik awal penyelesaian berbagai persoalan infrastruktur dan pelayanan publik di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.
"Pemerintah pusat menurunkan Mendagri hari ini dan beberapa hari lalu Menhan, untuk langsung melihat bagaimana sih kondisi perbatasan kita. Terima kasih atas perhatian pemerintah pusat," ucapnya.