BPBD Kaltara Gelar Simulasi Ruang Uji Kesiapan Karhutla dan Banjir, Libatkan TNI-Polri hingga Basarnas

Penulis: Boyke Sihombing  •  Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:47:02 WIB
BPBD Kaltara menggelar Tabletop Exercise di Ruang Command Center, Tanjung Selor, Kamis.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalimantan Utara menggelar Tabletop Exercise di Ruang Command Center BPBD Kaltara, Tanjung Selor, untuk menguji kesiapan penanganan karhutla dan banjir. Simulasi ruang itu melibatkan BPBD, TNI, Polri, BMKG, Basarnas, perangkat daerah, hingga pemangku kepentingan lain. Pengujian menyasar dokumen Rencana Kontingensi yang sudah disahkan, dari mobilisasi bantuan sampai penentuan titik evakuasi warga.

TANJUNG SELOR — Sekretaris BPBD Kaltara Denny Yusdianto menyatakan simulasi digelar untuk menguji kesiapan seluruh pihak dalam menjalankan rencana penanganan saat bencana terjadi. Kegiatan itu juga dipakai menyamakan pemahaman soal tugas, peran, dan pola koordinasi tiap unsur.

TTX berlangsung Kamis di Ruang Command Center BPBD Kaltara. Pesertanya lintas instansi: BPBD, TNI, Polri, BMKG, Basarnas, perangkat daerah, dan pemangku kepentingan lainnya.

Menguji Dokumen Rencana Kontingensi yang Sudah Disahkan

Denny menjelaskan, TTX digunakan untuk menguji dokumen Rencana Kontingensi, yakni rencana yang disiapkan sebelum bencana terjadi sebagai panduan pemerintah dan pihak terkait saat menghadapi kondisi darurat.

Dokumen Renkon yang sudah disahkan memuat skenario penanganan darurat, mulai dari mobilisasi bantuan hingga penentuan titik dan ruang evakuasi bagi masyarakat. Dalam simulasi, setiap unsur menjalankan peran sesuai tanggung jawabnya.

“Simulasi dilakukan untuk menguji kesiapan seluruh pihak dalam menjalankan rencana penanganan ketika terjadi bencana dan juga menjadi sarana untuk menyamakan pemahaman mengenai tugas, peran, dan pola koordinasi masing-masing pihak,” ujar Denny di Tanjung Selor.

Karhutla dan Banjir Jadi Dua Fokus Utama di Kaltara

Denny menyebut karhutla dan banjir sebagai dua jenis bencana yang menjadi perhatian utama di Kaltara. Penyusunan dan pengujian Renkon untuk kedua bencana itu karena itu menjadi fokus dalam simulasi.

Penanganan karhutla di Kaltara selama ini melibatkan BPBD provinsi dan kabupaten/kota, TNI, Polri, serta unsur lainnya. Koordinasi tersebut diperkuat dengan penetapan status keadaan darurat bencana oleh Gubernur Kaltara pada Juli lalu.

“Penanganan karhutla di Kaltara sangat terkoordinasi dengan baik, rapi, serta bersinergi secara positif bersama seluruh BPBD kabupaten/kota, TNI, Polri, dan unsur pentaheliks,” kata Denny.

Koordinasi Antarlembaga Diuji agar Satu Komando

Dalam simulasi, koordinasi antarlembaga diuji agar penanganan di lapangan bisa dilakukan cepat dan terarah saat bencana benar-benar terjadi. Setiap unsur berbagi peran dan menyinkronkan langkah.

“Di sini kita berbagi peran dan menyinkronkan koordinasi antarlembaga. Tujuan akhirnya, ketika kita harus turun melakukan penanganan darurat di lapangan, seluruh unsur sudah berada dalam satu komando dan satu jalur koordinasi yang solid,” katanya.

Menurut Denny, simulasi perlu dilakukan berkala agar rencana penanganan bencana tetap sesuai kondisi di lapangan. Kegiatan serupa pernah dilaksanakan sebelumnya, tetapi simulasi ini perlu terus diperbarui mengikuti dinamika lapangan agar kesiapsiagaan tetap optimal.

“Melalui kegiatan ini, BPBD Kaltara berharap koordinasi antarlembaga semakin kuat, personel semakin siap, dan penanganan karhutla maupun banjir dapat dilakukan secara lebih cepat dan terarah ketika terjadi bencana,” harapnya.

Reporter: Boyke Sihombing
Sumber: kaltara.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top