Wabup Bulungan Monev 3 Kecamatan, Cek Proyek Jalan Rp 8,3 Miliar di Tanjung Palas

Penulis: Dedi Supriadi  •  Minggu, 11 Oktober 2026 | 10:12:32 WIB
Wakil Bupati Bulungan Kilat meninjau proyek peningkatan jalan dan penanganan longsoran Jalan Simpang Poros Salimbatu–Sei Urang senilai Rp 8,3 miliar.

Wakil Bupati Bulungan Kilat melakukan monitoring dan evaluasi proyek infrastruktur di tiga kecamatan, yakni Tanjung Palas Barat, Tanjung Palas, dan Tanjung Palas Utara, selama sepekan terakhir. Monev menyasar sejumlah titik strategis, termasuk peningkatan jalan dan penanganan longsoran Jalan Simpang Poros Salimbatu–Sei Urang senilai Rp 8,3 miliar. Pemkab Bulungan menegaskan tidak akan ragu mengevaluasi ketat pekerjaan yang menyimpang dari kontrak.

TANJUNG SELOR — Wakil Bupati Bulungan Kilat meninjau langsung sejumlah titik proyek pembangunan di tiga kecamatan. Peninjauan berlangsung selama sepekan bersama Asisten dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait serta tim teknis. Kilat menyatakan pemerintah daerah berkomitmen mengawal setiap rupiah anggaran demi infrastruktur yang andal.

"Melalui peninjauan (monev) langsung ke lapangan ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan berkomitmen mengawal setiap rupiah anggaran agar mewujudkan infrastruktur yang andal," ujar Kilat di Tanjung Selor, Kalimantan Utara.

Apa Saja yang Dicek di Tiga Kecamatan?

Di Kecamatan Tanjung Palas, pemantauan difokuskan pada proyek peningkatan jalan dan penanganan longsoran Jalan Simpang Poros Salimbatu–Sei Urang. Nilai proyek itu mencapai Rp 8,3 miliar.

Sementara di Tanjung Palas Utara, Wabup meninjau semenisasi jalan lingkungan di Desa Karang Agung, peningkatan jalan Desa Kelubir, peningkatan Jalan Liliana–Aspiragus, pengaspalan jalan Desa Pimping, hingga pembangunan box culvert. Adapun Kecamatan Tanjung Palas Barat turut masuk dalam agenda monev pekan itu.

"Kita mendatangi beberapa titik pengerjaan untuk mengecek progres fisik sekaligus berdialog dengan pihak kontraktor dan konsultan pengawas," katanya.

Mengapa Monev Ini Penting bagi Warga Bulungan?

Kilat menyebut monev dilakukan untuk memastikan proyek pembangunan tepat sasaran dan memberi dampak positif berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bulungan. Ia juga menekankan aspek ketepatan mutu di setiap pekerjaan fisik yang dibiayai anggaran daerah.

"Langkah ini guna memastikan seluruh pengerjaan fisik yang dibiayai anggaran daerah berjalan sesuai spesifikasi teknis, tepat mutu, serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat," tegasnya.

Menurut Kilat, infrastruktur jalan, jembatan, dan semenisasi memegang peranan vital dalam mendukung mobilitas warga, distribusi logistik, serta konektivitas antarwilayah. Karena itu, pengawasan melekat dari konsultan dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dinilai sangat penting.

Peringatan Keras untuk Kontraktor dan Konsultan Pengawas

Di setiap lokasi, Wabup mengingatkan kontraktor dan konsultan bahwa ketepatan waktu harus sejalan dengan ketahanan hasil pembangunan. Ia meminta pelaksana tidak mengabaikan kualitas demi mengejar target persentase semata.

"Kalau ada kendala di lapangan, harus segera disampaikan. Jangan sampai persoalan yang sebenarnya bisa diselesaikan sejak awal justru dibiarkan dan kemudian mengganggu pekerjaan," tegas Kilat.

Pemkab Bulungan, lanjutnya, tidak ragu melakukan evaluasi ketat jika ditemukan pekerjaan yang menyimpang dari perjanjian kontrak. Ia berharap seluruh pihak menjaga komitmen agar proyek infrastruktur selesai sesuai spesifikasi dan bermanfaat bagi masyarakat.

Reporter: Dedi Supriadi
Sumber: kaltara.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top