TARAKAN — Dari 15 klub renang yang terdata di Kalimantan Utara, baru 10 klub yang berstatus anggota resmi FAI Kaltara. Sisanya, lima klub, masih berproses melengkapi persyaratan keanggotaan.
Klub yang sudah terdaftar terdiri dari sembilan klub di Kota Tarakan dan satu klub di Kabupaten Malinau. Adapun lima klub yang belum terdaftar tersebar di Tarakan satu klub, Tana Tidung satu klub, Bulungan dua klub, dan Nunukan satu klub.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltara, Dr Bustan, S.E., M.Si., menegaskan status keanggotaan resmi bukan sekadar urusan administrasi organisasi. Legalitas dibutuhkan agar atlet binaan klub punya data prestasi yang jelas.
"Legalitas keanggotaan klub sangat penting untuk memastikan para atlet binaan mendapatkan kepastian data prestasi, kemudian perlindungan, serta hak partisipasi dalam kejuaraan-kejuaraan resmi di daerah maupun di level nasional," katanya saat penutupan Kejuaraan Renang Piala Gubernur Kaltara II 2026.
Tanpa status resmi, atlet berisiko kehilangan akses ke kejuaraan resmi di tingkat daerah maupun nasional. Pendataan prestasi juga bisa terputus karena klub tidak tercatat dalam sistem federasi.
Pembinaan renang di Kaltara masih bertumpu pada fasilitas yang terbatas. Tarakan memiliki dua kolam renang yang dikelola Koarmada XIII dan Batalyon Infanteri 613 Raja Alam. Kabupaten Malinau memiliki satu kolam renang yang dikelola pemerintah kabupaten.
Bustan menyebut keberadaan fasilitas itu perlu didukung sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan pengurus cabang olahraga. Kolaborasi diperlukan agar pembinaan berjalan konsisten dan menghasilkan atlet berprestasi.
Pengembangan olahraga renang tidak cukup bertumpu pada daerah yang sudah punya fasilitas dan pembinaan. Bulungan, Nunukan, dan Tana Tidung diharapkan tumbuh menjadi daerah penghasil atlet renang berprestasi.
"Tantangan ke depan bersama Federasi Akuatik Kalimantan Utara adalah bagaimana meratakan fasilitas dan kualitas pembinaan agar daerah lain seperti Bulungan, Nunukan, dan Tana Tidung dapat tumbuh menjadi basis perenang prestasi baru," ungkap Bustan.
Kejuaraan Renang Piala Gubernur Kaltara II 2026 diharapkan menjadi sarana mengidentifikasi kemampuan atlet, khususnya kelompok usia dini dan remaja. Pembinaan terarah disiapkan untuk menyiapkan perenang Kaltara bersaing di tingkat nasional dan internasional, termasuk menghadapi PON 2028.
Bustan menyampaikan adanya permintaan dari atlet, orang tua, dan klub agar turnamen tersebut kembali digelar pada tahun berikutnya. Pelaksanaan edisi ketiga diharapkan menjadi kesempatan mengevaluasi kekurangan sekaligus memperkuat pembinaan renang di Kaltara.