Tesla Roadster Baru Bisa Terbang dan Melaju Terbalik, Produksi 2028

Penulis: Boyke Sihombing  •  Jumat, 16 Oktober 2026 | 12:51:31 WIB
Tesla memperkenalkan Roadster generasi baru yang mampu melaju terbalik dan terbang singkat dalam peragaan di lokasi uji McGregor, Texas.

KALIMANTAN UTARA — Tesla memperkenalkan Roadster generasi baru yang mampu melaju terbalik dan terbang singkat berkat pendorong gas garapan SpaceX, dalam peragaan di lokasi uji McGregor, Texas. Produksi mobil sport listrik dua kursi ini dijadwalkan mulai 2028, jauh mundur dari janji pengiriman 2020 yang dibuat saat prototipe pertamanya diperkenalkan pada 2017.

Peragaan berlangsung Kamis (15/10) malam waktu setempat dan dibuka dengan aksi Roadster menanjak di lintasan melengkung hingga melaju dalam posisi terbalik. Kemampuan itu berasal dari sistem kipas isap yang menghasilkan daya isap hingga 2G, menurut Wakil Presiden Teknik Kendaraan Tesla Lars Moravy.

Dari sana mobil mundur menuruni lintasan, kembali melesat ke atas, lalu berguling di udara dan mendarat dengan bantuan pendorong gas dingin. Dalam sesi lain, Roadster melompati jajaran kendaraan Tesla termasuk Tesla Semi setinggi 4,1 meter.

Pendorong SpaceX Diadaptasi ke Kendaraan Darat

Empat pendorong pasokan SpaceX dipasang di bagian belakang Roadster. Tesla mengeklaim konfigurasi itu membuat mobil berakselerasi 0-96 km/jam dalam 0,81 detik, sementara CEO Elon Musk menyebut kecepatan puncaknya lebih dari 370 km/jam.

Setiap ruang kosong yang bisa dimanfaatkan di dalam mobil diisi tabung bertekanan berlapis serat karbon atau COPV. Tesla menjelaskan adaptasi teknologi ini bukan pekerjaan sederhana.

"SpaceX telah menggunakan pendorong untuk mengatur posisi wahana antariksa selama puluhan tahun. Membuatnya bekerja di kendaraan, bukan di ruang hampa, membutuhkan perangkat keras dan sistem kendali yang sepenuhnya baru," tulis Tesla melalui akun X resminya.

Musk sendiri menyebut Roadster ini sebagai mobil yang "lebih baik dari mobil James Bond".

Tiga Versi dengan Deposit Berbeda Jauh

Halaman pemesanan di situs Tesla menampilkan tiga versi Roadster, seperti dikutip Reuters. Versi Performance mensyaratkan deposit US$50.000 atau sekitar Rp902,6 juta dengan kurs Rp18.051, sedangkan versi Thrust yang dilengkapi pendorong akselerasi butuh deposit US$250.000 atau sekitar Rp4,5 miliar.

  • Performance — deposit US$50.000 (sekitar Rp902,6 juta)
  • Thrust — deposit US$250.000 (sekitar Rp4,5 miliar), dilengkapi pendorong akselerasi
  • Rocket — hanya lewat undangan, satu jok, dibekali sistem terbang penuh

Tesla belum mengumumkan harga jual ketiga versi tersebut. Saat masuk Track Mode, sayap belakang Roadster digerakkan sistem aktuator robot Optimus, dan Tesla mengeklaim paket downforce pasifnya yang terbaik di antara mobil jalan raya serta mendekati level Formula 1.

Legalitas di Jalan Raya Masih Tanda Tanya

Penggunaan dan legalitas fitur-fitur tersebut di jalan raya belum jelas, dan Musk pun tak memberi jawaban tegas saat ditanya soal itu.

"Maksudnya, ini akan jadi mobil sungguhan yang ada di jalan. Anda tahu, saya belum tentu yakin ini legal di semua yurisdiksi. Tapi akan ada mobil seperti itu yang bisa dimiliki seseorang," kata Musk, dikutip InsideEVs.

Ketika seorang penonton menanyakan apakah Roadster legal di jalan raya, Musk menjawab singkat: "Ya, ya. Tergantung jalanmu."

Roadster ini merupakan versi yang didesain ulang dari prototipe 2017. Kala itu Tesla menjanjikan pengiriman mulai 2020, sedangkan kini produksinya dijadwalkan pada 2028.

Reporter: Boyke Sihombing
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top