TARAKAN — Peninjauan dilakukan bersama sejumlah kepala perangkat daerah terkait. Ingkong melihat langsung perkembangan pekerjaan konstruksi dan mencermati aspek yang memerlukan perhatian, terutama genangan air di area pembangunan.
Menurut Ingkong, kondisi air perlu diperhatikan karena berpotensi memengaruhi jalannya pekerjaan. Berbeda dengan air, ketersediaan material dinilai tidak menjadi kendala karena bahan yang dibutuhkan masih tersedia di lokasi.
"Kalau materialnya, tentu bisa disiapkan dan tetap tersedia di sini. Jadi tinggal bagaimana memanajemen waktu dengan baik," ujar Ingkong.
Ingkong menegaskan ketersediaan material harus diimbangi manajemen pekerjaan yang baik. Penambahan tenaga kerja diperlukan untuk mendukung percepatan penyelesaian pembangunan.
Pihak pelaksana juga diminta memperhatikan tahapan teknis, termasuk waktu pengeringan dan proses pemadatan. Tujuannya agar hasil pekerjaan tetap memenuhi standar kualitas konstruksi.
"Tenaga kerja perlu ditambah, kemudian diperhatikan juga waktu pengeringan dan penekanan-penekanan agar tidak terjadi permasalahan dalam hasil pekerjaan," tegasnya.
Ingkong berharap berbagai hal yang menjadi perhatian dalam peninjauan segera ditindaklanjuti pihak pelaksana. Pekerjaan diharapkan berjalan lebih efektif tanpa mengesampingkan kualitas dan keamanan bangunan.
Peninjauan ini bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Kaltara mengawal pembangunan sarana pendidikan. SMA Negeri 5 Tarakan diharapkan selesai sesuai target sehingga fasilitas tersebut dapat menunjang kegiatan belajar mengajar secara optimal.