NUNUKAN — Pemerintah Kabupaten Nunukan bersama Perum BULOG Kanwil Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara kini tengah memacu penyelesaian administrasi hibah lahan. Lahan tersebut diproyeksikan menjadi lokasi utama pembangunan Infrastruktur Pascapanen (IPP) yang krusial bagi ketahanan pangan di beranda terdepan Indonesia.
Koordinasi intensif telah dilakukan oleh Pemimpin Wilayah BULOG bersama Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Nunukan serta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian setempat. Percepatan ini menjadi prioritas agar fasilitas pendukung pertanian tersebut dapat segera dimanfaatkan secara optimal oleh para petani lokal.
Kehadiran IPP di Nunukan diharapkan menjadi solusi atas kendala klasik yang dihadapi petani, yakni tingginya tingkat kerugian hasil panen akibat minimnya fasilitas penyimpanan dan pengolahan. Infrastruktur ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan hasil tani sejak dari sawah hingga ke tangan konsumen.
Selain aspek teknis, pembangunan ini juga menyasar penguatan rantai pasok di kawasan perbatasan. Mengingat tantangan distribusi yang cukup kompleks di Kalimantan Utara, keberadaan fasilitas pascapanen yang memadai akan membantu memangkas biaya logistik dan menjaga kualitas komoditas tetap prima.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Nunukan, Wiwin Indrayanti, menjelaskan bahwa kolaborasi dengan BULOG merupakan kunci utama dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, khususnya pada sektor pangan pokok.
“Penguatan cadangan pangan pemerintah serta stabilisasi pasokan dan harga sangat membutuhkan sinergi, termasuk melalui kerja sama dengan BULOG,” ujar Wiwin pada Selasa (5/5/2026).
Pemerintah daerah menyatakan komitmen penuh untuk mengawal proses hibah lahan ini hingga tuntas. Dukungan regulasi dan penyediaan lahan diharapkan menjadi pemantik bagi program-program BULOG lainnya di masa depan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
“Kami berkomitmen penuh mendukung program BULOG. Harapannya, kerja sama ini benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat, khususnya petani, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan,” tuturnya.
Melalui percepatan pembangunan IPP ini, Pemkab Nunukan optimistis kemandirian pangan di wilayah perbatasan bukan lagi sekadar target di atas kertas, melainkan langkah konkret menuju swasembada yang lebih kokoh.