TARAKAN — Para pengusaha di Kalimantan Utara menyambut antusias hadirnya penerbangan kargo langsung dari Bandara Juwata Tarakan ke Hong Kong. Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kaltara Peter Setiawan menyebut langkah ini memangkas biaya dan waktu pengiriman secara signifikan.
"Kalau kita dari pengusaha lebih bagus ekspor langsung daripada kita lewat Jakarta, Surabaya atau Tawau (Malaysia)," ujar Peter saat dihubungi di Tarakan, Sabtu.
Menurut dia, efisiensi menjadi kunci utama. Dengan rute langsung, kepiting tiba lebih cepat dan kualitasnya tetap segar. "Kita kan pengusaha ini lebih baik cari yang efisien, cost-nya murah dan lebih cepat sampai tujuan," katanya.
Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Kaltara Ichi Langlang Buana Machmud mengonfirmasi bahwa ekspor perdana ini bernilai total Rp49.722.112. Selama ini, pengiriman kepiting dari wilayah perbatasan kerap dilakukan melalui Tawau, Malaysia.
"Dengan ekspor langsung menuju negara tujuan, peluang peningkatan nilai tambah dan daya saing komoditas daerah diharapkan semakin terbuka," kata Ichi.
Sebelum diberangkatkan, BKHIT Kaltara melakukan serangkaian tindakan karantina. Mulai dari pemeriksaan fisik hingga verifikasi dokumen kesehatan ikan, semua dipastikan memenuhi standar negara tujuan.
"Ekspor ini bukan hanya tentang pengiriman komoditas, tetapi juga tentang kepercayaan pasar internasional terhadap kualitas produk perikanan kita," tegas Ichi.
Ia menambahkan, pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan karantina yang cepat, tepat, dan profesional agar pelaku usaha semakin percaya diri memperluas pasar ekspor.
Peter Setiawan mengajak rekan-rekan pengusaha di Kaltara untuk memanfaatkan penerbangan kargo langsung ini. Menurutnya, semakin banyak muatan kargo, semakin besar peluang rute ini bertahan dan bahkan diperluas ke negara lain.
"Buyer-nya sekarang kan ke Hong Kong, bukan China ya, nanti kalau bisa ke China lebih bagus. Saya berharap pengusaha-pengusaha di Kaltara bisa memanfaatkan fasilitas pesawat langsung ke tujuan," ujarnya.
Keberhasilan ekspor perdana ini menjadi sinyal positif bagi geliat perdagangan komoditas perikanan di Kaltara. Komoditas unggulan daerah dinilai mampu bersaing di pasar global jika didukung infrastruktur logistik yang memadai.