KALIMANTAN UTARA — Wakil Kepala Bareskrim Polri, Nunung, mengungkapkan hasil investigasi awal tim gabungan di lapangan pada Senin (25/5/2026). Fokus penyelidikan berada di sekitar tower 175 dan 176 jaringan SUTET 275 kV jalur Muara Bungo-Sungai Rumpeh, tepatnya di Desa Temino, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi.
"Kerusakan atau putusnya kabel jaringan ini tidak rapi. Dia lebih bersifat atau berbentuk serabut. Jadi kalau itu sabotase, pasti potongan-potongannya lebih rapi," ujar Nunung dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan.
Dua Faktor Pemicu Gangguan Berantai
Berdasarkan keterangan warga sekitar, suara ledakan terdengar sesaat sebelum listrik padam pada pukul 18.44 WIB. Tim gabungan menduga kabel transmisi putus secara tiba-tiba akibat pengaruh cuaca ekstrem yang kemudian memicu ketidakstabilan frekuensi dan tegangan.
Gangguan itu menyebabkan sistem transmisi keluar dari interkoneksi kelistrikan Sumatera. Akibatnya, terjadi trip pembangkit secara berantai yang melumpuhkan suplai listrik di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, dan sebagian Sumatera Selatan.
Kondisi Tower Masih Utuh, Kabel Diamankan
Hasil identifikasi menunjukkan kondisi fisik tower transmisi di lokasi masih dalam keadaan baik tanpa kerusakan signifikan pada struktur. Hal ini memperkuat dugaan bahwa sumber gangguan bukan berasal dari keruntuhan infrastruktur, melainkan pada titik sambungan kabel.
Bagian kabel yang putus kini telah diamankan dan dibawa ke Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri untuk pemeriksaan laboratorium. "Kejadian ini masih memerlukan pendalaman lebih lanjut secara teknis maupun ilmiah," kata Nunung.
PLN Pastikan Pasokan Kembali Normal 100 Persen
Nunung menegaskan, berdasarkan keterangan resmi PT PLN, sistem kelistrikan di seluruh wilayah Sumatera telah pulih sepenuhnya. "Pasokan listrik di seluruh wilayah Sumatera telah kembali normal 100 persen dan beroperasi secara aman serta stabil," pungkasnya.
Hingga saat ini, tidak ditemukan indikasi unsur kesengajaan dalam peristiwa blackout tersebut. Dugaan sementara tetap mengarah pada faktor teknis dan cuaca ekstrem yang memicu gangguan pada sistem transmisi kelistrikan.