BULUNGAN — Suasana meriah menyelimuti ruas jalan utama Tanjung Selor saat kontingen Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bulungan mengarak obor Porwada II Kaltara. Obor tersebut menjadi penanda dimulainya perjuangan kontingen menuju ajang olahraga wartawan tingkat provinsi yang akan digelar di Kabupaten Nunukan pada Juli 2026.
Setelah diarak oleh puluhan atlet dan pengurus, obor Porwada II resmi diserahkan kepada Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (DKOP) Bulungan, Iwan Sugianta. Penyerahan berlangsung di kompleks perkantoran Pemkab Bulungan.
Iwan menyampaikan apresiasi atas semangat yang ditunjukkan insan pers Bulungan. Menurutnya, olahraga bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sarana mempererat persaudaraan antarwartawan di Kalimantan Utara.
“Pemerintah Kabupaten Bulungan tentu memberikan dukungan penuh kepada kontingen PWI Bulungan. Kami berharap para atlet bisa bertanding dengan semangat, menjaga kekompakan, dan membawa pulang prestasi yang membanggakan untuk daerah,” ujar Iwan.
Ketua PWI Bulungan, Fathu Rizqil Mufid, menegaskan bahwa kirab obor bukan sekadar seremoni. Ia menyebut kegiatan itu menjadi simbol komitmen dan kesiapan kontingen sebelum bertolak ke Kabupaten Nunukan.
“Kirab obor ini menjadi awal perjalanan dan semangat perjuangan kontingen PWI Bulungan menuju Porwada II Kaltara. Ini juga menjadi simbol kebersamaan dan kekompakan seluruh atlet serta pengurus yang akan membawa nama Bulungan,” kata Rizqi, sapaan akrabnya.
PWI Bulungan telah mempersiapkan kontingen sejak beberapa pekan terakhir. Latihan untuk sejumlah cabang olahraga yang akan dipertandingkan juga mulai digencarkan.
Rizqi optimistis kontingen Bulungan mampu bersaing di Porwada II. Namun, ia menekankan bahwa target utama bukan hanya meraih medali.
“Target kami tentu memberikan hasil terbaik. Tetapi yang paling penting adalah menjaga solidaritas, sportivitas, dan nama baik PWI Bulungan selama mengikuti seluruh pertandingan,” pungkasnya.
Porwada II Kaltara akan mempertemukan insan pers dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Utara. Ajang ini menjadi bukti bahwa wartawan tidak hanya aktif di dunia jurnalistik, tetapi juga mampu berprestasi di bidang olahraga.