BMKG Tarakan Keluarkan Peringatan Gelombang Sedang di Perairan Kaltara, Nelayan dan Kapal Ferry Diminta Waspada hingga 26 Mei 2026

Penulis: Cecep Sudrajat  •  Minggu, 24 Mei 2026 | 15:49:12 WIB
BMKG Tarakan keluarkan peringatan gelombang sedang di perairan Kaltara hingga 26 Mei 2026.

TARAKAN — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tarakan mengeluarkan peringatan dini cuaca maritim yang menyasar nelayan dan pengguna jasa transportasi laut di Kalimantan Utara. Peringatan berlaku selama empat hari, mulai 23 hingga 26 Mei 2026, dengan kategori gelombang sedang di sejumlah titik perairan.

Perairan Tanjung Selor Paling Terdampak, Gelombang Capai 2,5 Meter

Kepala BMKG Tarakan, Muhammad Sulam Khilmi, menjelaskan tinggi gelombang 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di Perairan Tanjung Selor. Kondisi ini masuk kategori sedang dan dinilai berisiko bagi kapal kecil serta transportasi perairan tradisional.

“Wilayah Perairan Tanjung Selor berpotensi mengalami gelombang sedang sehingga aktivitas pelayaran harus lebih berhati-hati,” ujar Khilmi, Ahad (24/5/2026).

Pola Angin Kencang Jadi Pemicu Utama

BMKG mencatat pola angin di utara ekuator Indonesia umumnya bertiup dari Tenggara hingga Barat Daya dengan kecepatan 8 hingga 20 knot. Sementara di selatan ekuator, kecepatan angin mencapai 3 sampai 25 knot dari arah yang sama.

“Kecepatan dan arah angin sangat memengaruhi tinggi gelombang yang terjadi di laut,” jelas Khilmi. Ia menambahkan, kondisi atmosfer yang dinamis membuat informasi cuaca ini akan terus diperbarui.

Batas Aman Pelayaran: Perahu Nelayan hingga Kapal Ferry

BMKG mengeluarkan saran keselamatan spesifik untuk setiap jenis kapal. Perahu nelayan disebut berisiko apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang menyentuh 1,25 meter. Sementara kapal tongkang perlu waspada jika angin bertiup 16 knot dengan gelombang hingga 1,5 meter.

“Nelayan dan operator kapal tongkang perlu memperhatikan batas aman pelayaran agar tidak membahayakan keselamatan,” terang Khilmi.

Untuk kapal ferry, kewaspadaan ekstra diperlukan ketika kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang 2,5 meter. BMKG menegaskan, kondisi tersebut dapat mengganggu stabilitas pelayaran jika tidak diantisipasi sejak awal.

BMKG Imbau Pantau Informasi Cuaca Secara Berkala

Khilmi meminta masyarakat pesisir, nelayan, dan operator transportasi laut untuk rutin memantau informasi cuaca maritim resmi dari BMKG. Peringatan dini ini bersifat dinamis dan dapat berubah sesuai perkembangan kondisi atmosfer di lapangan.

“Kami berharap seluruh pengguna jasa laut lebih waspada dan selalu mengikuti perkembangan informasi cuaca dari BMKG,” tandasnya.

Reporter: Cecep Sudrajat
Sumber: benuanta.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top