KRAYAN — Dua unit jembatan di Desa Pa'betung, Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, dilaporkan rusak parah setelah diterjang banjir di dataran tinggi. Peristiwa ini memutus akses utama warga menuju lahan perkebunan dan menghubungkan antar dusun di desa tersebut.
Banjir yang meluap pada pekan lalu mengakibatkan struktur kayu dan beton pada dua titik jembatan tidak mampu menahan derasnya arus air. Salah satu jembatan yang menjadi penghubung utama menuju area pertanian warga ambruk total.
“Material kayu penyangga patah dan lantai jembatan hanyut terbawa arus. Kami tidak bisa lewat sama sekali,” ujar seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya.
Menyikapi kondisi darurat tersebut, warga Desa Pa'betung langsung berinisiatif melakukan perbaikan secara mandiri. Mereka mengumpulkan kayu dan bambu dari hutan sekitar untuk membuat jembatan darurat.
Perbaikan dilakukan secara gotong royong oleh puluhan warga dari berbagai usia. Tidak ada alat berat yang dikerahkan karena medan di dataran tinggi Krayan yang terjal dan sulit dijangkau.
“Kami tidak bisa menunggu bantuan terlalu lama. Ini akses satu-satunya untuk ke kebun. Kalau tidak diperbaiki, kami tidak bisa panen,” tambah warga lainnya.
Krayan merupakan salah satu kawasan di Kalimantan Utara yang dikenal dengan medan berat dan infrastruktur jalan yang terbatas. Akses darat ke wilayah ini kerap terputus saat musim hujan karena kondisi jalan tanah dan jembatan kayu yang rentan rusak.
Pemerintah Kabupaten Nunukan sebelumnya telah mencatat sejumlah titik rawan longsor dan banjir di Kecamatan Krayan. Namun, keterbatasan anggaran dan akses logistik membuat perbaikan infrastruktur seringkali tertunda.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Nunukan terkait rencana perbaikan permanen kedua jembatan di Desa Pa'betung.