TANJUNG SELOR — Di hadapan ribuan ASN yang mengikuti apel pagi gabungan, Sekprov Kaltara Denny Harianto menyampaikan makna kurban tidak berhenti pada ibadah fisik. Ia mengajak jajaran birokrasi untuk menjadikan momen ini sebagai ajang "menyembelih" sifat buruk dalam diri, terutama rasa sombong dan angkuh.
Dalam amanatnya, Denny memberikan apresiasi kepada ASN yang telah mendaftarkan diri sebagai pekurban tahun ini. Namun, ia juga memberikan motivasi bagi mereka yang belum berkesempatan. "Terima kasih kepada bapak dan ibu yang telah berkurban tahun ini. Bagi yang belum, niatkan dulu, mudah-mudahan tahun berikutnya diberi kemampuan untuk berkurban," ujarnya.
Menurut Denny, esensi Iduladha justru lebih dalam dari sekadar pemotongan hewan. Ia menekankan bahwa nilai spiritual kurban adalah tentang pengorbanan ego. "Kalau belum bisa berkurban, setidaknya kita bisa menyembelih rasa bangga dan sombong dalam diri kita," tegasnya di hadapan peserta apel.
Di akhir sambutannya, Sekprov menyisipkan motivasi kerja yang relevan bagi ASN. Ia mengingatkan agar tidak ada rasa takut untuk memulai langkah baru demi perbaikan pelayanan publik. "Jangan menunggu hebat untuk memulai. Mulai saja, maka kita akan menjadi hebat. Niatkan yang baik, insyaallah hal baik akan kembali kepada kita," pungkasnya.
Pesan ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh jajaran Pemprov Kaltara untuk terus menjaga integritas dan semangat melayani masyarakat. Iduladha 1447 Hijriah tahun ini diharapkan menjadi momentum refleksi bagi ASN untuk mengendalikan hawa nafsu dan memperkuat dedikasi terhadap tugas pokok dan fungsi masing-masing.