Samsung Siapkan Galaxy Z Fold 8 Ultra dan Model Layar Lebar, Bukan Penerus Galaxy Z Fold 8 Biasa

Penulis: Dedi Supriadi  •  Senin, 25 Mei 2026 | 20:32:36 WIB
Samsung siapkan Galaxy Z Fold 8 Ultra dan model layar lebar untuk lini ponsel lipat 2026.

KALIMANTAN UTARA — Kabar terbaru dari jagat maya menyebutkan bahwa Samsung tengah menyusun ulang lini ponsel lipatnya untuk 2026. Alih-alih meluncurkan satu model flagship, raksasa elektronik Korea Selatan itu disebut akan membagi jajarannya menjadi dua varian: Galaxy Z Fold 8 yang sudah dikenal, dan satu model baru dengan bentang layar lebih lebar.

Bocoran yang beredar sebelumnya menyebut varian lebar itu akan bernama "Galaxy Z Fold 8 Wide". Namun, rumor terbaru dari leaker kenamaan Ice Universe justru mengklaim nama itu akan diganti menjadi "Galaxy Z Fold 8 Ultra". Ironisnya, label "Ultra" tersebut tidak disematkan pada ponsel dengan spesifikasi tertinggi.

Spesifikasi Berbeda, Label Sama-sama "Ultra"

Menurut Ice Universe, Galaxy Z Fold 8 Ultra yang dimaksud bukanlah perangkat dengan kamera terbanyak atau baterai terbesar. Sebaliknya, model ini disebut sebagai rebrand dari Galaxy Z Fold 8 standar yang sudah kita kenal.

  • Galaxy Z Fold 8 (rebrand sebagai Ultra): Dua kamera belakang, baterai 4.800 mAh.
  • Galaxy Z Fold 8 Wide (model baru): Tiga kamera belakang, baterai 5.000 mAh.

Dengan perbandingan itu, keputusan Samsung untuk tidak menyebut model Wide sebagai "Ultra" terbilang logis. Menjual ponsel dengan kamera lebih sedikit dan baterai lebih kecil dengan embel-embel "Ultra" tentu akan menjadi langkah pemasaran yang membingungkan.

Mengapa Samsung Membuat Model Layar Lebar?

Varian dengan bentang lebih lebar ini bukanlah ide baru. Samsung disebut terinspirasi oleh Apple yang dikabarkan akan merilis "iPhone Ultra" pertama mereka—sebuah ponsel lipat dengan rasio layar yang lebih pendek dan lebar. Format ini sebenarnya sudah pernah dicoba oleh Oppo lewat Oppo Find N dan Google lewat Pixel Fold generasi pertama.

Sayangnya, format layar lebar sempat gagal di ekosistem Android karena masalah kompatibilitas aplikasi. Banyak aplikasi yang tidak dioptimalkan untuk rasio layar yang tidak biasa, membuat pengalaman pengguna kurang mulus. Meski begitu, minat untuk menghidupkan kembali format ini kembali menguat, dan Samsung disebut ingin ambil bagian dalam persaingan tersebut.

Apa Dampak Strategi Ini bagi Konsumen?

Jika bocoran ini akurat, konsumen akan dihadapkan pada dua pilihan yang cukup berbeda. Pertama, Galaxy Z Fold 8 (Ultra) yang lebih ringkas dengan spesifikasi standar. Kedua, Galaxy Z Fold 8 Wide yang lebih lebar dengan kamera dan baterai lebih besar, namun dengan label yang justru lebih rendah.

Keputusan akhir Samsung soal penamaan ini belum diumumkan secara resmi. Namun, satu hal yang pasti: peta jalan ponsel lipat Samsung di 2026 akan lebih kompleks dari sebelumnya, dan konsumen perlu lebih jeli membaca spesifikasi, bukan sekadar mengandalkan nama model.

Reporter: Dedi Supriadi
Sumber: 9to5google.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top