KALIMANTAN UTARA — Turnamen sepak bola terbesar di dunia, Piala Dunia 2026, resmi bergulir. Bagi penggemar fantasy football, ini saatnya membuktikan kemampuan meracik tim. Dengan 104 laga yang tersedia, setiap keputusan bisa menentukan posisi Anda di papan peringkat.
Namun, menyusun skuad untuk turnamen knockout sangat berbeda dengan Fantasy Premier League (FPL) yang berjalan 38 pekan. Anda butuh keberanian mengambil risiko dan ketelitian membaca jadwal. Berikut panduan lengkapnya.
Opsi terbaik adalah FIFA World Cup Fantasy. Meski namanya terkesan kaku untuk melindungi merek, platform ini gratis dan formatnya mirip FPL: 15 pemain dengan anggaran $100 juta. Bedanya, karena format gugur, Anda harus lebih aktif mengelola tim.
Alternatif lain adalah Fantasy Playoffs. Platform ini menggunakan sistem draft, sehingga butuh persiapan lebih di awal. Namun, format ini memberi peluang lebih besar untuk memiliki tim solid yang bisa melaju jauh.
Fitur paling menarik di Fantasy World Cup 2026 adalah Anda bisa mengganti kapten tidak hanya tiap pekan, tapi juga saat pekan yang sama masih berlangsung. Artinya, Anda bisa memindahkan ban kapten dari pemain yang sudah bermain ke pemain yang belum bertanding.
Pendekatan paling rasional: pilih kapten dari tim yang main lebih awal. Contoh, mulai dengan Florian Wirtz saat Jerman vs Curacao, Minggu (14/6). Jika hasilnya jelek, ganti ke Lamine Yamal sebelum Spanyol vs Cape Verde, Senin (15/6). Masih kurang? Beralih ke Kylian Mbappe atau Lionel Messi keesokan harinya.
Bagi yang malas login tiap hari, pantau saja bursa pencetak gol terbanyak. Kandidat kuat: Mbappe (Prancis), Harry Kane (Inggris), Messi (Argentina), Erling Haaland (Norwegia), dan Yamal (Spanyol).
Kiper: Jordan Pickford jadi pilihan aman. Inggris jadi satu-satunya tim yang tak kebobolan selama kualifikasi. Alternatif lain: Mike Maignan (Prancis) atau Emiliano Martinez (Argentina) yang bersinar di Piala Dunia lalu.
Bek: Achraf Hakimi (Maroko) termahal, tapi sepadan. Ia gemar membantu serangan, apalagi lawan Haiti dan Skotlandia. Marc Guehi (Inggris) juga mengejutkan—ia jadi pemain dengan assist terbanyak Inggris saat kualifikasi (3 assist).
Gelandang: Di sinilah para winger bintang berkumpul. Lamine Yamal terlihat seperti pilihan tak perlu pikir panjang. Tapi pilihan utama kami adalah Bruno Fernandes (Portugal). Ia menjadi pusat permainan, baru saja menjalani musim gemilang, dan harganya lebih murah ketimbang pemain sayap lainnya.