Polsek Sebatik Barat Kawal Panen Jagung Hibrida di Lahan Tumpangsari, Petani di Perbatasan Kaltara Dapat Stimulan dari Pemkab Nunukan

Penulis: Fiqri Ramadhan  •  Kamis, 11 Juni 2026 | 15:31:01 WIB
Personel Polsek Sebatik Barat mengawal panen jagung hibrida di lahan tumpangsari Desa Maspul.

NUNUKAN — Personel Polsek Sebatik Barat turun langsung ke lahan pertanian di Jalan Maspul RT 03, Desa Maspul, untuk mengawal panen jagung hibrida milik Kelompok Tani Anak Maspul. Kegiatan ini merupakan bagian dari sinergi Polda Kalimantan Utara dalam menyukseskan program ketahanan pangan nasional.

Bhabinkamtibmas Desa Maspul, BRIPDA Andi Ananda Herdian Azis, memimpin langsung pendampingan di lapangan. Jagung yang dipanen merupakan varietas Hibrida merek Hebat jenis ASA, hasil stimulan dari Pemkab Nunukan yang mulai ditanam pada akhir Februari 2026.

Lahan Tumpangsari di Bawah Sawit: Dua Komoditas Satu Lahan

Yang menarik, jagung ini ditanam dengan sistem tumpangsari di bawah tegakan kelapa sawit milik petani setempat, Pak Aziz. Lahan seluas 0,18 are dan 0,23 are itu dikelola bersama kelompok tani pimpinan Bapak Wajang.

Hingga berita ini diturunkan, hasil panen masih dalam proses pengupasan tradisional oleh warga dan personel kepolisian. Proses pemipilan dan penimbangan bobot total produksi belum dilakukan.

Polri Bukan Sekadar Jaga Keamanan, Tapi Juga Jadi Mitra Petani

Kapolsek Sebatik Barat menegaskan bahwa keterlibatan Polri di sektor pertanian merupakan implementasi instruksi Kapolri untuk mendorong akselerasi swasembada pangan. “Polri hadir tidak hanya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, tetapi juga sebagai mitra strategis yang siap mengawal setiap kebijakan pemerintah,” ujarnya.

Menurut Kapolsek, pendampingan melekat seperti ini diharapkan bisa membakar motivasi para petani di perbatasan untuk terus meningkatkan produktivitasnya. Langkah ini juga menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat bawah di wilayah perbatasan.

Mengapa Perbatasan Jadi Prioritas Ketahanan Pangan?

Kabupaten Nunukan berbatasan langsung dengan Malaysia. Sinergi antara Polda Kaltara, pemerintah daerah, kelompok tani, dan masyarakat dianggap kunci menjaga stabilitas pangan sekaligus ekonomi warga di beranda depan nusantara. Program tumpangsari jagung-sawit ini dinilai strategis karena memaksimalkan lahan produktif tanpa perlu membuka area baru.

Reporter: Fiqri Ramadhan
Sumber: fokusborneo.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top