TANJUNG SELOR — Gubernur Kaltara tampil berbeda malam itu. Ia hadir dengan jersey kuning khas Brasil, langsung menyapa warga yang memadati area nobar. Antusiasme terlihat sejak pertandingan pertama antara Meksiko dan Afrika Selatan dimulai, yang berlangsung hingga larut malam.
Bagi Zainal, nobar ini bukan sekadar hiburan. “Ini bentuk pelayanan dan hiburan yang kami fasilitasi untuk masyarakat. Melalui sepak bola, kita bisa berkumpul bersama dan mempererat hubungan antara pemerintah dan warga,” ujarnya di sela acara.
Di tengah kerumunan, Gubernur Zainal tak ragu membeberkan tim kesayangannya. Ia menilai Brasil memiliki tradisi sepak bola yang tak tertandingi. “Brasil memiliki sejarah sepak bola yang sangat kuat dengan lima gelar juara dunia. Melihat kualitas skuad yang dimiliki saat ini, saya optimistis Brasil bisa kembali menjadi juara,” katanya.
Pernyataan itu disambut riuh warga yang sebagian besar juga mengenakan atribut tim favorit masing-masing. Suasana di halaman kantor gubernur berubah menjadi layaknya tribun stadion kecil, dengan sorak-sorai mengiringi setiap peluang gol.
Pemprov Kaltara sengaja memilih lokasi nobar di pusat pemerintahan agar mudah dijangkau. Tidak ada tiket masuk, warga cukup datang dan duduk di kursi yang telah disediakan. TVRI Stasiun Kaltara menyiarkan langsung pertandingan melalui layar lebar.
“Saya berterima kasih atas antusiasme masyarakat yang luar biasa dan tetap tertib selama mengikuti kegiatan ini,” pungkas Zainal, mengapresiasi ketertiban yang terjaga sepanjang acara.
Kegiatan ini menjadi salah satu cara Pemprov Kaltara mendekatkan diri dengan warganya di tengah hiruk-pikuk Piala Dunia. Momen seperti ini, menurut sejumlah warga yang hadir, jarang terjadi dan membuat hubungan pemerintah dengan rakyat terasa lebih cair.