Harga Pertamax di Kalimantan Utara Tembus Rp 17.000 Per Liter, Warga di Daerah Terpencil Paling Terdampak

Penulis: Fiqri Ramadhan  •  Senin, 22 Juni 2026 | 17:36:31 WIB
Warga Kalimantan Utara menyesuaikan pengeluaran transportasi setelah harga Pertamax naik menjadi Rp 17.000 per liter.

TANJUNG SELORHarga Pertamax di Kalimantan Utara resmi berada di level Rp 17.000 per liter per Senin (22/6/2026), menyusul penyesuaian harga BBM Pertamina yang berlaku sejak 10 Juni 2026. Angka ini menjadi yang tertinggi kedua setelah sejumlah wilayah di Sumatera, dan membuat warga di kabupaten seperti Bulungan, Malinau, Nunukan, hingga Tana Tidung harus menyesuaikan kembali anggaran transportasi bulanan mereka.

Mengapa Harga Pertamax di Kaltara Lebih Mahal?

Pertamina menetapkan harga tidak seragam di seluruh Indonesia karena sejumlah komponen biaya. Selain harga produk di pasar internasional, faktor distribusi dan logistik menjadi penentu utama. Kalimantan Utara, dengan karakteristik geografis berupa hutan lebat, sungai, dan perbukitan, membutuhkan biaya pengiriman BBM yang lebih besar dibandingkan daerah di Pulau Jawa yang infrastrukturnya lebih siap.

“Selain harga produk BBM di pasar internasional, terdapat faktor distribusi, logistik, penyimpanan, margin usaha, hingga kondisi geografis masing-masing wilayah,” demikian pernyataan resmi Pertamina dalam rilisnya. Daerah dengan akses distribusi yang lebih sulit, seperti sebagian besar wilayah di Kaltara, otomatis menanggung ongkos logistik yang lebih tinggi.

Harga Keekonomian Masih Jauh di Atas Harga Jual

Meski sudah naik, harga Pertamax Rp 17.000 per liter di Kaltara ternyata masih di bawah harga keekonomian. Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) memperkirakan harga keekonomian BBM RON 92 saat ini berada di kisaran Rp 20.000 hingga Rp 21.000 per liter. Artinya, Pertamina masih menanggung selisih harga untuk menjaga daya beli masyarakat di daerah-daerah tertentu, termasuk di Kalimantan Utara.

Jika harga keekonomian diterapkan, warga di Kaltara bisa membayar lebih dari Rp 20.000 per liter untuk Pertamax. Kondisi ini menjadi beban tambahan bagi masyarakat di wilayah perbatasan yang sebagian besar menggantungkan aktivitas ekonomi pada transportasi darat dan sungai.

Bagaimana Warga Bisa Memantau Harga Terbaru?

Masyarakat Kalimantan Utara dapat memantau perkembangan harga BBM terbaru secara mandiri melalui aplikasi MyPertamina atau mengunjungi situs resmi Pertamina Patra Niaga. Informasi harga di setiap SPBU juga biasanya tercantum di papan pengumuman digital di lokasi pengisian.

Dengan disparitas harga yang cukup signifikan antara Kaltara dan Jawa, warga diimbau untuk lebih cermat dalam merencanakan konsumsi BBM, terutama bagi mereka yang bekerja sebagai sopir angkutan umum atau pelaku UMKM yang menjangkau daerah-daerah terpencil.

Apakah ada rencana subsidi khusus untuk daerah terpencil?

Hingga saat ini, Pertamina belum mengumumkan skema subsidi khusus untuk Pertamax di daerah terpencil seperti Kalimantan Utara. Kebijakan harga masih mengacu pada formula umum yang mempertimbangkan biaya distribusi dan kondisi geografis masing-masing wilayah.

Kapan harga Pertamax akan kembali turun?

Pertamina tidak memberikan jadwal pasti terkait potensi penurunan harga. Penyesuaian harga BBM dilakukan secara berkala dengan mempertimbangkan pergerakan harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah. Masyarakat disarankan memantau aplikasi MyPertamina untuk informasi terkini.

Apa dampak kenaikan ini bagi pelaku UMKM di Kaltara?

Kenaikan harga Pertamax berpotensi meningkatkan biaya operasional bagi pelaku UMKM, terutama sektor transportasi dan jasa pengiriman barang antar kabupaten. Pelaku usaha di daerah seperti Nunukan dan Malinau yang mengandalkan jalur sungai dengan mesin tempel ikut merasakan dampak langsung dari kenaikan ini.

Reporter: Fiqri Ramadhan
Sumber: money.kompas.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top