SANGATTA — Para petani di Desa Margomulyo, Kutai Timur, kini bisa mengolah lahan dan hasil panen dengan lebih cepat. Pasalnya, PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Timur 2 (UPP KLT 2) memberikan paket alat pertanian modern yang seluruhnya menggunakan tenaga listrik, Rabu (8/7).
Bantuan ini diserahkan langsung oleh Manager PLN UPP KLT 2, Jefry Sambara Palelleng, bersama tim kepada Kelompok Tani Desa Margomulyo. Acara tersebut juga dihadiri oleh Camat Rantau Pulung Vita Nurhasanah, Kepala Desa Margomulyo Syamsudin, serta Ketua Kelompok Tani Sugijanto.
PLN menyerahkan lima unit alat pertanian yang dirancang untuk memangkas waktu kerja petani. Berikut rinciannya:
Program TJSL ini menyasar desa-desa yang berada di sekitar jalur pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan. Desa Margomulyo merupakan salah satu wilayah yang dilewati proyek Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Muara Wahau-Sangatta.
“Dengan adanya program ini, diharapkan hasil pertanian masyarakat Desa Margomulyo dapat lebih meningkat dikarenakan menggunakan peralatan pertanian yang lebih efektif dan efisien karena menggunakan peralatan berbasis listrik,” ujar Jefry Sambara Palelleng.
Jefry menekankan bahwa keberlanjutan manfaat program sangat bergantung pada perawatan alat oleh kelompok tani. Ia meminta seluruh anggota untuk menjaga dan mengoperasikan alat dengan baik.
“Kami berharap seluruh peralatan dapat dijaga, dirawat, dan dioperasikan dengan baik sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang serta mendorong kemandirian kelompok tani,” tambahnya.
Kepala Desa Margomulyo, Syamsudin, juga mengingatkan agar alat tersebut digunakan secara bergiliran sesuai kebutuhan anggota dan dirawat sebagai aset bersama.
Camat Rantau Pulung, Vita Nurhasanah, menyambut baik langkah PLN. Menurutnya, peralatan berbasis listrik ini bisa menjadi solusi bagi petani yang selama ini mengandalkan cara tradisional.
“Kami mengapresiasi dukungan PLN kepada masyarakat Desa Margomulyo. Semoga bantuan ini dapat dimanfaatkan secara optimal dan menjadi pendorong bagi kemajuan sektor pertanian serta peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Vita.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Sugijanto mengaku semangat para petani kembali terpacu. Ia berharap alat-alat ini mempermudah pekerjaan, terutama saat penanaman, pengeringan, dan penggilingan hasil panen.
Tim TJSL PLN UPP KLT 2 tidak hanya menyerahkan alat, tetapi juga memberikan pelatihan singkat. Para petani mendapat penjelasan mengenai fungsi, tata cara pengoperasian, serta perawatan seluruh peralatan agar aman dan optimal digunakan.
Program ini merupakan bagian dari upaya PLN agar pembangunan infrastruktur kelistrikan berjalan selaras dengan pemberdayaan masyarakat di sekitar proyek.