Terminal LNG Arun Bawa Indonesia Jadi Raja Pasar Pemuatan Ulang Dunia, Raup Pendapatan Rp1,68 Triliun

Penulis: Fiqri Ramadhan  •  Jumat, 24 Juli 2026 | 16:27:31 WIB
Terminal LNG Arun di Aceh mencatatkan pendapatan Rp1,68 triliun dari 49 kegiatan operasional sepanjang 2025.

KALIMANTAN UTARA — Berdasarkan data IGU, Indonesia menguasai 17,3 persen pangsa pasar global untuk pemuatan ulang LNG dengan volume mencapai 0,85 juta ton pada tahun lalu. Terminal Arun yang dikelola PAG — anak usaha PT Perusahaan Gas Negara (PGN) yang berada di bawah Subholding Gas Pertamina — menjadi tulang punggung pencapaian ini. Volume tersebut bahkan melampaui negara-negara dengan infrastruktur LNG mapan seperti Jepang dan Singapura.

Direktur Utama PAG, Yan Syukharial, menjelaskan bahwa status Terminal Arun sebagai Pusat Logistik Berikat (PLB) LNG pertama dan satu-satunya di Indonesia menjadi faktor pembeda. “Terminal Arun berstatus PLB LNG yang pertama dan satu-satunya di Indonesia serta telah tumbuh menjadi pusat LNG Hub baru di wilayah Asia,” ujarnya dalam pernyataan resmi.

Pendapatan USD 105 Juta, 49 Kegiatan Operasional Sepanjang 2025

Kinerja operasional PAG sepanjang 2025 terbilang padat. Perusahaan mencatatkan 49 kegiatan yang terdiri dari 27 kali bongkar muat (unloading), 11 kali pemuatan ulang (reloading), dan 11 kali proses gassing up & cooling down (GUCD). Total volume unloading mencapai 1,49 juta meter kubik setara 34,8 juta MMBTU, sementara reloading mencapai 1,16 juta meter kubik setara 27 juta MMBTU.

Dari aktivitas tersebut, PAG membukukan pendapatan USD 105 juta atau sekitar Rp1,68 triliun (kurs Rp16.000) sepanjang 2025. Laba bersih perusahaan mencapai USD 25,1 juta atau sekitar Rp401 miliar. “Kinerja ini membuktikan upaya perusahaan secara berkelanjutan dalam meningkatkan pertumbuhan secara positif di tengah tantangan,” kata Yan.

Capaian ini bukan yang pertama. Pada Agustus 2022, melalui lembaga riset IHS Markit, PAG dinobatkan sebagai terminal reloading LNG teraktif di dunia. Prestasi beruntun ini menunjukkan konsistensi operasional Terminal Arun yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun, Lhokseumawe, Aceh.

Lokasi Strategis dan Komitmen ESG Jadi Modal Bersaing

Keunggulan Terminal Arun tidak hanya soal infrastruktur. Letaknya yang dekat dengan pasar LNG di Asia Tenggara dan Asia Selatan memberikan efisiensi logistik yang signifikan. Ditambah lagi, PAG mengklaim telah menerapkan standar Health, Safety, Security & Environment (HSSE) secara ketat serta prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam setiap operasinya.

Yan menambahkan bahwa pihaknya akan terus berinovasi untuk mendukung ketahanan energi nasional. “Kita juga akan barengi dengan inovasi yang berkelanjutan dalam mendukung ketahanan energi nasional,” pungkasnya. Dengan status sebagai satu-satunya operator PLB LNG di Indonesia dan posisi nomor satu dunia di segmen re-export, PAG kini menjadi pemain kunci yang tidak bisa diabaikan dalam rantai pasok LNG kawasan.

Reporter: Fiqri Ramadhan
Sumber: tambang.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top