TARAKAN — Puluhan calon perawat dari Politeknik Kaltara resmi memasuki fase baru pendidikan mereka. Sebanyak 75 mahasiswa—terdiri dari 11 laki-laki dan 64 perempuan—mengikuti prosesi pemasangan cap yang menjadi simbol kesiapan mereka mengemban tanggung jawab profesi di dunia klinik.
Ketua Yayasan Pendidikan dan Sosial Kaltara, Mustamin Bachri, menegaskan bahwa Caping Day bukanlah acara seremonial belaka. Menurutnya, prosesi ini menjadi momen peneguhan komitmen mahasiswa untuk mengemban profesi yang sarat dengan nilai kemanusiaan.
"Yayasan akan terus memberikan dukungan penuh terhadap berbagai program akademik dan pengembangan kompetensi yang dilaksanakan Politeknik Kaltara. Dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen yayasan dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi, khususnya di bidang kesehatan," ungkapnya dalam sambutan yang dirilis radartarakan.jawapos.com.
Mustamin menekankan bahwa kompetensi akademik saja tidak cukup bagi seorang tenaga kesehatan. Ia berharap seluruh mahasiswa tidak hanya unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga memiliki integritas, etika profesi, rasa empati, serta semangat melayani masyarakat.
"Kami ingin seluruh mahasiswa tidak hanya unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga memiliki integritas, etika profesi, rasa empati, serta semangat melayani masyarakat. Nilai-nilai inilah yang menjadi fondasi utama seorang tenaga kesehatan," sambungnya.
Di akhir sambutannya, Mustamin berpesan agar para peserta Caping Day menjalani praktik klinik dengan sungguh-sungguh dan menjaga nama baik almamater. Ia juga mendorong mereka menjadi perawat yang profesional, humanis, dan siap berkontribusi meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kaltara maupun Indonesia.
"Semoga dengan bekal yang diberikan para dosen bermanfaat kalian (mahasiswa). Ini bukan akhir tapi ini merupakan bagian awal dari perjalan panjang kalian dalam pengabdian," pesannya.
Melalui penyelenggaraan Caping Day, Politeknik Kaltara memperkuat komitmennya mencetak lulusan keperawatan yang kompeten, berintegritas, dan beretika. Dengan dukungan sivitas akademika dan yayasan, institusi ini optimistis mampu menjawab kebutuhan tenaga kesehatan profesional di masa depan, khususnya di wilayah perbatasan Kalimantan Utara.