Pencarian

TIFF 2026 Luncurkan Pasar Film dan TV Terpadu, IFPM Jadi Andalan

Jumat, 11 September 2026 • 17:49:02 WIB
TIFF 2026 Luncurkan Pasar Film dan TV Terpadu, IFPM Jadi Andalan
Geoff Macnaughton, VP Market Programming and Theatrical TIFF, berbicara dalam peluncuran pasar film dan TV terpadu TIFF 2026.

KALIMANTAN UTARA — Geoff Macnaughton, VP Market Programming and Theatrical sekaligus Programmer Primetime TIFF, menyebut langkah ini sebagai jawaban atas kebutuhan industri yang makin cair. Pemisahan dua pasar — satu untuk proyek dalam tahap pengembangan, satu lagi untuk konten yang sudah selesai — dianggapnya perlu agar ekosistem film dan televisi tetap bisa bernapas di tengah perubahan perilaku pasar global.

IFPM Ambil Alih Forum yang Sudah 20 Tahun Berjalan

IFPM bukan nama baru di kalender industri. Forum ini merupakan kelanjutan dari International Financing Forum (IFF) yang selama dua dekade dijalankan Ontario Creates selama 11 hari penyelenggaraan TIFF. Kali ini, TIFF yang mengambil alih kemudi, dengan Ontario Creates tetap sebagai presenting partner.

Karen Thorne-Stone, Presiden dan CEO Ontario Creates, menyambut baik ekspansi tersebut. "Together, we look forward to creating new opportunities for Ontario and international producers to connect, finance and bring compelling projects to audiences around the world," ujarnya dalam pernyataan resmi.

Mayoritas proyek yang masuk IFPM memang masih berupa film. Namun TIFF juga menyertakan enam proyek serial TV dan lima proyek inovasi — sinyal bahwa batas antara film, series, dan konten imersif makin tipis di meja pengembangan.

Enam Serial TV dan Lima Proyek Inovasi Masuk Daftar

Di jajaran showcase serial TV TIFF tahun ini, ada Carrie garapan Mike Flanagan, reimagining novel klasik Stephen King untuk Prime Video. Lalu American Hostage, serial thriller psikologis untuk MGM+, serta Yaga, misteri supernatural yang dibintangi Carrie-Anne Moss dan Hudson Williams.

Kehadiran proyek-proyek lintas platform ini mempertegas arah Macnaughton. Ia menyebut visi The Market sebagai "one-stop shop" bagi profesional industri global — tempat keputusan diambil tanpa harus berpindah forum hanya karena format proyeknya berbeda.

Mengapa Pasar Film dan TV Disatukan Sekarang

Macnaughton mengakui ada pergeseran nyata dalam cara kreator dan pemegang IP memandang proyek mereka. Sebuah ide yang semula dirancang sebagai film bisa jadi lebih masuk akal sebagai serial, dan sebaliknya. Dalam logika itu, menyatukan film, TV, dan konten imersif dalam satu payung pasar jadi pilihan pragmatis.

Ia juga menyoroti perubahan perilaku akuisisi di festival. Film jadi bukan lagi barang yang langsung dibeli begitu tayang di karpet merah. "We've seen over the last years, that finished films at film festivals are not the instant acquisition they once were. Those acquisitions take time," kata Macnaughton.

Alih-alih memaksa industri mengikuti ritme lama, TIFF memilih menyesuaikan diri. Menampilkan proyek di tahap pengembangan lebih awal dianggap sebagai kebutuhan yang harus diakomodasi, bukan dihindari.

Streaming dan Masa Depan Pasar Film Indie

Pertanyaan besar yang belum sepenuhnya terjawab: bagaimana posisi platform streaming dalam skema baru ini? Produser film indie dulu menggantungkan pembiayaan dan akuisisi pada layanan streaming. Kini, platform-platform itu punya jalur original sendiri dan tak lagi menjadi pembeli tunggal di pasar.

TIFF tampaknya ingin menjembatani celah itu lewat IFPM — mempertemukan pemegang proyek dengan pemodal di tahap yang lebih awal, sebelum film selesai dan sebelum peluang akuisisi menguap. Bagi industri film Indonesia yang kerap bergantung pada festival internasional untuk distribusi global, model pasar terpadu ini layak dicermati sebagai rujukan.

Dengan dua pasar yang berjalan berdampingan, Toronto tahun ini bukan lagi sekadar panggung pemutaran perdana. Ia sedang membangun dirinya sebagai ruang transaksi yang lebih awal, lebih luas, dan lebih lintas platform.

Follow kabartarakan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: hollywoodreporter.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks