TARAKAN — Gubernur Kalimantan Utara Zainal A. Paliwang secara resmi membuka Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 tingkat provinsi di Tarakan pada Sabtu (25/7). Dalam sambutannya, Zainal menekankan bahwa kompetisi ini bukan sekadar adu pengetahuan, melainkan bagian dari upaya mencetak generasi muda yang memiliki wawasan kebangsaan dan siap memimpin bangsa.
“Semoga dari ajang ini lahir generasi muda Kalimantan Utara yang cerdas, berkarakter, berwawasan kebangsaan, dan siap menjadi pemimpin bangsa di masa depan,” ujar Zainal dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin.
Setelah melalui tahap penyisihan yang diikuti 40 peserta, sembilan sekolah berhasil melaju ke babak final tingkat provinsi. Mereka adalah SMAN 1 Nunukan, SMAN 3 Tarakan, SMAN 1 Tarakan, SMAN 1 Tanjung Selor, SMAN 1 Sebatik Tengah, SMAN 2 Tarakan, SMAN TU 1 Tana Tidung, SMAN 8 Malinau, dan SMAN 1 Tanjung Palas Timur.
Zainal mengapresiasi kerja keras para pelajar yang berhasil menjadi wakil sekolah masing-masing. Menurutnya, kehadiran mereka di ajang ini sudah menunjukkan tekad untuk berkembang dan membawa nama baik daerah.
Gubernur menegaskan bahwa Empat Pilar MPR—Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—harus dipahami secara utuh, bukan hanya dihafal untuk memenangkan lomba. “Nilai-nilai tersebut harus dipahami secara utuh, dihayati maknanya, dan diwujudkan dalam perilaku sehari-hari,” kata Zainal.
Ia menambahkan bahwa pendidikan karakter sama pentingnya dengan prestasi akademik. Menurutnya, bangsa yang besar membutuhkan generasi yang cerdas secara intelektual sekaligus memiliki integritas dan semangat gotong royong.
Zainal menyoroti posisi strategis Kalimantan Utara sebagai provinsi yang berbatasan langsung dengan negara tetangga. Menurutnya, daerah perbatasan membutuhkan generasi yang tidak hanya unggul dan berdaya saing, tetapi juga mampu menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya.
“Keberagaman tersebut bukan alasan untuk terpecah belah, tetapi merupakan modal sosial yang harus dirawat melalui semangat persatuan, toleransi, saling menghormati, dan gotong royong,” ujarnya.
Di hadapan para peserta lomba, Zainal mengingatkan bahwa generasi muda saat ini akan menentukan keberhasilan Indonesia Emas 2045. Pada saat itu, Indonesia akan memasuki era bonus demografi di mana jumlah penduduk usia produktif mendominasi.
“Ini merupakan peluang emas apabila dipersiapkan dengan baik melalui pendidikan yang berkualitas, pembinaan karakter, dan penguatan ideologi kebangsaan,” tuturnya. Sebaliknya, jika tidak dikelola dengan baik, bonus demografi justru bisa menjadi beban pembangunan.
LCC Empat Pilar MPR kali ini diharapkan menjadi ruang belajar dan bertukar pengalaman bagi para pelajar Kaltara. Zainal berpesan agar kompetisi ini dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas diri dan menginspirasi pelajar lainnya di provinsi termuda di Pulau Kalimantan tersebut.