KALIMANTAN UTARA — Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara mencatat 24 penderita DBD yang merupakan pekerja di kawasan IKN. Pelatihan difokuskan pada pengenalan jentik nyamuk dan pendistribusian larvasida kepada tim K3 serta tenaga medis di lokasi proyek.
"Mencegah DBD dengan memberikan pelatihan kepada tim K3 dan tenaga medis di setiap proyek pembangunan IKN," kata Fungsional Entomologi Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara Harjito Ponco Waluyo, Sabtu.
Harjito menjelaskan kebanyakan masyarakat pada musim kemarau menampung air bersih dalam wadah terbuka. Kondisi ini justru menjadi tempat ideal bagi nyamuk Aedes aegypti berkembang biak, terutama di kawasan IKN yang pergerakan orangnya cukup tinggi.
Pemberantasan sarang nyamuk (PSN) tetap menjadi metode paling efektif untuk memutus rantai penyebaran virus dengue. Dinas Kesehatan terus berkoordinasi dengan Otorita IKN untuk memperkuat langkah preventif di semua segmen pengerjaan pembangunan.
Sepanjang 2026 tercatat 113 kasus DBD di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara. Kasus tersebar di Kecamatan Penajam, Waru, Babulu, dan Sepaku yang masuk kawasan IKN.
Pemerintah kabupaten menargetkan kasus DBD tahunan tidak melebihi angka 200. Upaya ini dilakukan setelah kasus melonjak pada 2024 lalu.
Pelatihan tidak berhenti pada segmen yang sudah berjalan. Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara berkoordinasi dengan Otorita IKN untuk melaksanakan pelatihan serupa di semua segmen pengerjaan pembangunan IKN sebagai langkah pencegahan dini.
Langkah ini diambil mengingat mobilitas pekerja yang tinggi di kawasan proyek strategis nasional berpotensi mempercepat penyebaran virus dengue antarwilayah.