Pemerintah Kabupaten Bulungan belum memutuskan nasib gedung utama Kantor Bupati yang terbakar pada Rabu (20/5) malam. Bupati Bulungan Syarwani menyatakan keputusan renovasi atau pembangunan ulang baru akan diambil setelah kajian teknis terhadap kondisi bangunan selesai dilakukan.
BULUNGAN — Ratusan pegawai dan aktivitas pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan tetap berjalan normal meski gedung utama kantor bupati ludes terbakar beberapa waktu lalu. Pemkab memastikan operasional pemerintahan dialihkan sementara ke fasilitas lain yang masih layak digunakan.
Kepastian itu disampaikan Bupati Bulungan Syarwani di tengah proses investigasi penyebab kebakaran yang masih berlangsung. Ia menegaskan, kerusakan fisik gedung tidak boleh menghentikan pelayanan kepada masyarakat.
"Gedungnya boleh bermasalah, tapi pelayanan jangan sampai ikut berhenti. Pemerintahan harus tetap berjalan," tegas Syarwani, Jumat (21/8/2026).
Kajian Teknis Jadi Penentu Nasib Gedung
Hingga saat ini, Pemkab Bulungan belum menentukan langkah perbaikan gedung utama yang terbakar. Syarwani mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan menyeluruh dari tim teknis untuk menilai tingkat kerusakan, terutama pada bagian konstruksi bangunan yang terdampak panas.
"Belum bisa kita tentukan sekarang. Kita perlu lihat dulu hasil kajian teknisnya, dari situ baru kelihatan apakah gedung ini masih bisa digunakan dan diperbaiki atau tidak," ujarnya.
Menurut Syarwani, keputusan tidak bisa diambil secara terburu-buru. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan karena kerusakan akibat kebakaran tidak selalu terlihat dari kondisi permukaan.
"Kalau hanya melihat kondisi yang ada sekarang, kita belum bisa mengambil kesimpulan. Harus ada pemeriksaan lebih lanjut," kata Syarwani.
Anggaran dan Bentuk Penanganan Menyusul
Hasil kajian teknis tersebut nantinya akan menjadi dasar bagi Pemkab Bulungan untuk menghitung kebutuhan anggaran serta menentukan bentuk penanganan yang paling tepat. Syarwani menyebut, ada tiga opsi yang mungkin diambil: perbaikan, rehabilitasi, atau pembangunan ulang gedung.
"Setelah kajiannya selesai, baru kita bicara langkah selanjutnya. Apakah diperbaiki, direhabilitasi atau memang harus dibangun kembali," jelasnya.
Ia menambahkan, seluruh perhitungan dilakukan secara matang agar keputusan yang diambil tidak menjadi beban baru bagi keuangan daerah. Pemkab Bulungan menargetkan kajian teknis selesai sebelum menentukan langkah definitif.
"Kita ingin keputusan yang diambil benar-benar tepat. Jadi semua harus dihitung dulu dengan matang," pungkasnya.