TANJUNG SELOR — Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., menyerahkan bendera Merah Putih kepada perwakilan organisasi masyarakat (ormas) di Ruang Aula Lantai 1 Kantor Gubernur Kaltara, Senin (10/8). Penyerahan tersebut didampingi Wakil Gubernur Ingkong Ala, S.E., M.Si., Sekretaris Daerah Provinsi H. Denny Harianto, S.E., M.M., serta Kepala Bakesbangpol Kaltara Jonilius, S.STP.
Pembagian bendera ini merupakan upaya Pemprov Kaltara untuk mengajak masyarakat menghidupkan suasana kemerdekaan sepanjang bulan Agustus. Gubernur Zainal meminta warga mengibarkan bendera Merah Putih di rumah, kantor, fasilitas umum, dan lingkungan masing-masing sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan.
Gubernur Zainal menyampaikan bahwa pemasangan bendera Merah Putih merupakan bentuk sederhana kecintaan terhadap bangsa Indonesia. Menurutnya, kemerdekaan yang dinikmati saat ini merupakan hasil perjuangan dan pengorbanan para pendahulu bangsa.
"Pemasangan bendera Merah Putih merupakan bentuk sederhana dari kecintaan kita kepada bangsa Indonesia," kata Zainal.
Ia menekankan bahwa generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk mengisi kemerdekaan melalui karya, pengabdian, dan tindakan nyata. Semangat kemerdekaan juga diharapkan menjadi kekuatan untuk memperkuat persatuan dan gotong royong dalam membangun Kaltara.
Sebagai provinsi yang berada di wilayah perbatasan negara, Kaltara memiliki posisi strategis dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Zainal menegaskan bahwa menjaga perbatasan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan, tetapi juga seluruh masyarakat.
"Kita jadikan semangat kemerdekaan sebagai kekuatan untuk terus membangun Kaltara, menjaga persatuan, memperkuat gotong royong dan mengisi kemerdekaan dengan karya nyata," pesannya.
Melalui gerakan pembagian bendera ini, Pemprov Kaltara berharap dapat memperkuat rasa kebangsaan serta mempererat persaudaraan masyarakat di seluruh wilayah Kaltara. Gerakan ini juga dimaksudkan untuk menyalakan kembali pesan bahwa kemerdekaan harus terus dirawat, persatuan harus terus dijaga, dan pembangunan harus diisi dengan karya nyata.