KALIMANTAN UTARA — Peresmian iCAR Andalan SCBD pada pekan ini menandai babak baru ekspansi ritel iCAR di Indonesia. Setelah dealer pertama, kehadiran gerai kedua ini menjawab pertanyaan praktis: seberapa serius iCAR bersaing di segmen SUV listrik yang mulai ramai pemain? Jawabannya terlihat dari pemilihan lokasi yang sangat spesifik — bukan di pinggiran kota, melainkan tepat di jantung segitiga emas bisnis Jakarta.
Dealer ini berlokasi di SCBD Park, Jl. Jend. Sudirman Lot 8 Kav. 52–53, Senayan, Kebayoran Baru. Konsep 1S (Sales) berarti seluruh proses — dari melihat unit, konsultasi, transaksi, hingga layanan purna jual — bisa dilakukan di satu tempat seluas 242 m² yang berdiri di atas lahan 150 m².
Bagi calon pemilik yang sibuk, efisiensi ini penting. Anda tidak perlu lagi bolak-balik antara showroom di satu kawasan dan bengkel resmi di kawasan lain. Namun perlu dicatat, dengan luas bangunan yang relatif kompak, showroom ini hanya memajang 3 unit kendaraan sekaligus — termasuk iCAR V23 dan V27. Jangan berharap bisa melihat seluruh lini produk dalam satu kunjungan.
iCAR mencoba menghadirkan pengalaman yang berbeda lewat konsep desain terbaru bertajuk "Classic Never Fades". Suasana showroom mengusung gaya klasik modern — dominasi warna Classic Brown, material premium, dan dekorasi vintage. Ini langkah berani, mengingat mayoritas dealer mobil di Indonesia masih mengusung desain futuristik-minimalis yang didominasi warna terang.
Apakah ini sekadar gimmick? Sebagian iya, sebagian tidak. Suasana yang lebih hangat memang membuat pengunjung betah berlama-lama, tapi pada akhirnya keputusan membeli tetap ditentukan oleh produk dan harga, bukan warna dinding. Yang lebih relevak adalah fasilitas SPKLU yang tersedia di kawasan SCBD Park — ini nilai tambah nyata bagi pemilik EV yang khawatir soal infrastruktur pengisian daya.
Sayangnya, siaran resmi iCAR tidak menyebutkan harga OTR untuk V23 dan V27. Ini catatan penting. Di kelas SUV listrik, iCAR akan berhadapan langsung dengan pemain seperti BYD Atto 3, Wuling Air ev, atau Chery Omoda E5 yang sudah lebih dulu membangun jaringan dan kepercayaan konsumen di Indonesia.
Lokasi di SCBD juga mengirim sinyal jelas: target pasar iCAR adalah pekerja profesional dan eksekutif muda. Strategi ini masuk akal, tapi juga berisiko — konsumen di segmen ini biasanya lebih kritis terhadap nilai jual kembali, ketersediaan suku cadang, dan biaya servis. Dealer kedua yang baru buka belum bisa menjawab kekhawatiran jangka panjang tersebut.
Beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan sebelum mampir ke iCAR Andalan SCBD:
Peresmian dealer kedua ini menunjukkan iCAR serius membangun kehadiran di Indonesia. Namun untuk produk senilai ratusan juta rupiah, konsumen tetap butuh lebih dari sekadar showroom yang cantik — mereka butuh kepastian soal harga, garansi, dan layanan jangka panjang. Semoga itu menjadi prioritas berikutnya.