TANJUNG SELOR — Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Utara, Denny Harianto, menegaskan transformasi organisasi pemerintahan tidak bisa lagi berjalan dengan pola birokrasi yang kaku. Menurutnya, organisasi harus bergerak lebih cepat, berkolaborasi lintas sektor, dan fokus terhadap hasil yang berdampak langsung ke masyarakat.
“Transformasi organisasi harus membawa perubahan menuju birokrasi yang lebih lincah, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil,” kata Denny saat menyampaikan materi Isu Strategis dan Kepemimpinan Kinerja di hadapan peserta PKA, Kamis (13/8/2026).
Denny menyebut perubahan tersebut harus diiringi peningkatan kompetensi individu. Ia memaparkan setidaknya ada 10 keterampilan penting yang perlu dikuasai setiap ASN, mulai dari literasi digital, literasi data, berpikir kritis, hingga kecerdasan emosional.
Kreativitas, kolaborasi, fleksibilitas, kepemimpinan, manajemen waktu, serta rasa ingin tahu dan kemauan belajar berkelanjutan juga masuk dalam daftar keterampilan yang ia tekankan. Selain kompetensi teknis, integritas dan kemampuan membangun jejaring disebut sebagai modal dasar dalam menjalankan tugas pelayanan publik.
Lebih lanjut, Denny mendorong para peserta untuk memiliki growth mindset atau pola pikir berkembang. Ia menilai pola pikir ini penting agar setiap tantangan tidak dipandang sebagai hambatan, melainkan peluang untuk belajar dan meningkatkan kapasitas diri.
“Mindset yang tepat akan membentuk cara berpikir, sikap, dan tindakan kita dalam menghadapi tantangan, sehingga kita bisa terus tumbuh, berkembang, dan memberikan dampak yang lebih besar,” ujarnya.
Di akhir paparannya, Denny mengajak seluruh peserta memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis digital, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Ia menegaskan reformasi birokrasi harus diwujudkan melalui tata kelola yang bersih, efektif, dan akuntabel.
Transformasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mendukung visi Kalimantan Utara yang maju, makmur, dan berkelanjutan. “Setiap pejabat administrator adalah agen perubahan yang menggerakkan transformasi, mewujudkan pelayanan publik yang unggul dan berkelanjutan,” pungkasnya.