TANJUNG SELOR — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Utara meningkat drastis seiring kondisi vegetasi yang semakin kering. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara melalui Dinas Kehutanan (Dishut) mengambil langkah preventif dengan mengaktifkan ratusan personel pemadam di seluruh wilayah kabupaten dan kota.
Kepala Dishut Kaltara Nur Laila menegaskan, cuaca yang sangat panas dan kering saat ini membuat percikan api kecil pun dapat dengan cepat membesar dan menyebar. "Jangan biarkan api kecil menjadi bencana besar," ujarnya di Tanjung Selor, Jumat.
Nur Laila mengimbau seluruh elemen masyarakat, mulai dari kelompok tani hingga pelaku usaha, untuk menghentikan aktivitas pembakaran lahan. Larangan ini berlaku selama kondisi cuaca ekstrem berlangsung.
"Aktivitas yang berpotensi menimbulkan percikan api juga perlu dihindari, termasuk membuang puntung rokok sembarangan di kawasan semak, hutan, maupun lahan kering," kata Nur Laila.
Karhutla tidak hanya mengancam kelestarian hutan dan lingkungan, tetapi juga berdampak langsung terhadap kesehatan serta keselamatan masyarakat. Warga diminta aktif memantau lingkungan sekitar dan segera melaporkan jika menemukan asap atau titik api kepada petugas Pemadam Kebakaran, Manggala Agni, BPBD, atau pihak berwenang terdekat.
Dishut Kaltara menyiagakan personel Brigdal Karhutla di setiap Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) kabupaten/kota dan di kantor dinas. Setiap KPH memiliki tiga regu dengan masing-masing 15 orang, ditambah tiga regu di kantor dinas, sehingga total mencapai 18 regu yang siap turun ke lapangan.
Selain Brigdal Karhutla, pengendalian karhutla juga dibantu oleh Masyarakat Peduli Api (MPA) yang tersebar di lima wilayah. Rinciannya, Kabupaten Malinau memiliki 21 MPA, Tana Tidung 14 MPA, Nunukan 11 MPA, Bulungan 10 MPA, dan Kota Tarakan 4 MPA.
Untuk mendukung operasi pemadaman, Dishut Kaltara menyiapkan peralatan yang cukup memadai. Tercatat ada 9 unit kendaraan roda enam water supply, 10 unit kendaraan roda empat slip on, 5 unit mobil personel, dan 2 unit speedboat.
Perlengkapan pendukung lain yang disiagakan meliputi 10 unit mesin pompa pemadam portable, 4 unit pompa apung, 30 unit jet shooter, 115 unit selang pemadam, serta 48 set alat pelindung diri. "Kita juga ada beberapa peralatan lainnya yang siap digunakan," sebut Nur Laila.