Freeport Garap Tambang Kucing Liar Rp 72 Triliun, Target Produksi 2029

Penulis: Dedi Supriadi  •  Senin, 17 Agustus 2026 | 22:56:31 WIB
PT Freeport Indonesia merealisasikan belanja modal Rp 24 triliun dari total investasi Rp 72 triliun untuk pembangunan tambang bawah tanah Kucing Liar di Tembagapura, Papua Tengah.

KALIMANTAN UTARAPT Freeport Indonesia (PTFI) tengah mengebut pembangunan tambang bawah tanah terbarunya, Kucing Liar, di Tembagapura, Papua Tengah. Dari total investasi jangka panjang senilai Rp 72 triliun, perusahaan telah merealisasikan belanja modal sebesar Rp 24 triliun untuk proyek yang ditargetkan beroperasi pada 2029 ini.

Presiden Direktur PTFI Tony Wenas mengungkapkan, pengembangan Kucing Liar merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memastikan produksi tetap berkelanjutan. Apalagi, izin operasi perusahaan telah resmi diperpanjang melampaui tahun 2041.

"Fokus kita bukan hanya tahun ini, tapi long term. Ini kita sedang mengembangkan tambang Kucing Liar. Sudah Rp 24 triliun yang kita tanamkan, dari total Rp 72 triliun," kata Tony di area Sport Hall Tembagapura, Senin (17/8/2026).

Cadangan Raksasa di Bawah Bumi Papua

Kucing Liar bukan tambang sembarangan. Berdasarkan data internal perusahaan, tambang ini memiliki kapasitas produksi hingga 130 ribu ton bijih tembaga per hari. Total cadangan yang bisa diekstraksi selama periode operasinya mencapai 7 miliar pound tembaga dan 6 juta ons emas.

"Kalau total cadangannya bisa sekitar 7 miliar pound tembaga dan 6 juta ounces emas. Itu untuk seluruh periode operasinya Kucing Liar," jelas Tony.

Dengan tambahan pasokan dari Kucing Liar, PTFI menargetkan produksi tetap stabil di angka 240 ribu ton bijih per hari. Angka ini menjadi penting karena sejumlah tambang bawah tanah lama milik perusahaan diprediksi mulai alami penurunan produksi dalam beberapa tahun ke depan.

Eksplorasi Lanjutan demi Umur Tambang Lebih Panjang

Tony menambahkan, perpanjangan izin operasi membuka peluang bagi perusahaan untuk melakukan eksplorasi lebih dalam lagi. Pihaknya yakin masih ada cadangan mineral baru di bawah lapisan tambang yang sedang dikelola saat ini.

"Kalau seandainya kita diperpanjang, tentu kita akan eksplorasi lagi lebih detail di bawahnya. Kami yakin, kami confident bahwa di bawahnya masih ada cadangan yang bisa kita tambang," terangnya.

Langkah ini sejalan dengan komitmen Freeport untuk memperpanjang umur tambang di Papua. Keberadaan Kucing Liar juga menjadi penopang utama bagi perekonomian Papua Tengah, baik dari sisi serapan tenaga kerja lokal maupun kontribusi terhadap pendapatan negara melalui royalti dan pajak.

Dengan cadangan tembaga dan emas yang melimpah, Kucing Liar diproyeksikan menjadi tulang punggung produksi Freeport Indonesia untuk beberapa dekade mendatang, sekaligus menjaga posisi Indonesia sebagai salah satu produsen tembaga dunia.

Reporter: Dedi Supriadi
Sumber: finance.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top