TANJUNG SELOR — Kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Kalimantan Utara tidak hanya dipandang sebagai komoditas ekonomi, tetapi juga fondasi utama dalam menopang pembangunan jangka panjang daerah. DLH Kaltara menegaskan pengelolaan yang bertanggung jawab menjadi kunci agar manfaatnya bisa dirasakan lintas generasi.
Hairul Anwar menyebut tantangan terbesar saat ini adalah memastikan eksploitasi potensi alam tidak merusak keseimbangan ekosistem. Menurutnya, seluruh potensi yang ada harus dikelola secara berkelanjutan.
“Kaltara memiliki potensi lingkungan yang sangat besar. Tantangan kita adalah memastikan seluruh potensi tersebut dimanfaatkan secara berkelanjutan tanpa mengurangi fungsi ekologisnya,” kata Hairul, Rabu (05/08/26).
Perlindungan Lingkungan Jadi Prioritas dalam RPJMD
Pengelolaan lingkungan hidup kini telah diposisikan sebagai isu prioritas dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah. Hal ini tertuang dalam Renstra DLH Kaltara yang disusun berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Dengan masuknya isu ini ke dalam dokumen strategis, seluruh program pembangunan diharapkan memiliki arah yang sama dalam menjaga kelestarian alam. Langkah ini juga menjadi acuan bagi setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menjalankan program kerjanya.
Modal Meningkatkan Daya Saing dan Kesejahteraan Masyarakat
Hairul menilai pengelolaan lingkungan yang baik memiliki efek ganda bagi daerah. Selain menjaga kelestarian alam, langkah ini dinilai mampu meningkatkan daya saing Kaltara sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat.
Ke depan, DLH Kaltara akan memperkuat berbagai program perlindungan lingkungan dan konservasi sumber daya alam. Pihaknya juga mendorong kolaborasi lintas sektor agar pembangunan di Kalimantan Utara berlangsung selaras dengan upaya keberlanjutan lingkungan.
“Ke depan kami akan terus memperkuat berbagai program perlindungan lingkungan, konservasi sumber daya alam, serta mendorong kolaborasi lintas sektor agar pembangunan di Kalimantan Utara berlangsung secara berkelanjutan,” tutupnya.