KALIMANTAN UTARA — Produsen memori asal Jepang itu mengandalkan teknologi XL-FLASH generasi kedua berbasis SLC NAND dan pengontrol buatan sendiri untuk mencapai kecepatan tersebut. Dukungan penuh terhadap PCIe 6.0 dan NVMe 2.2 membuat bandwidth yang dihasilkan jauh lebih tinggi dari generasi sebelumnya, menjadikannya solusi bagi sistem yang membutuhkan transfer data massal secara cepat.
Laporan TechRadar Pro yang terbit pada 16 Agustus 2026 menyebutkan, angka 10 juta IOPS tersebut menempatkan GP1 Series sebagai salah satu solusi penyimpanan tercepat untuk lingkungan pusat data modern.
Kebutuhan akan IOPS tinggi didorong oleh pola kerja sistem AI yang menuntut akses data paralel. Selama proses pelatihan maupun inferensi, GPU harus terus-menerus disuplai data. Ketika media penyimpanan tidak mampu mengimbangi, GPU akan menganggur dan sumber daya komputasi terbuang percuma.
Kioxia merancang GP1 untuk memangkas hambatan tersebut melalui akses langsung GPU ke lapisan penyimpanan berbasis flash. Arsitektur ini memastikan aliran data tidak menjadi bottleneck dalam sistem AI berskala besar.
Selain kecepatan, GP1 Series menawarkan daya tahan hingga 50 DWPD (Drive Writes Per Day). Secara teoritis, kapasitas penuh SSD dapat ditulis ulang 50 kali setiap hari selama periode garansi.
TechRadar memperkirakan, jika tersedia model kapasitas 3 TB dengan garansi dua tahun, total data yang dapat ditulis mencapai sekitar 109,5 petabyte. Angka ini jauh melampaui kebutuhan tipikal server enterprise, menjadikannya pilihan untuk beban kerja berat yang berkelanjutan.
Kioxia menyiapkan GP1 Series dalam format E3.S dan E1.S dengan pilihan ketebalan 9,5 mm dan 15 mm. Sebagian konfigurasi E3.S mendukung sistem pendinginan cold plate cair, sementara seluruh varian tetap kompatibel dengan pendinginan udara standar.
Sampel evaluasi untuk pelanggan tertentu dijadwalkan tersedia menjelang akhir 2026. Paul Rowan, Vice President sekaligus Chief Marketing Officer Kioxia Europe, menegaskan bahwa kebutuhan performa dan memori infrastruktur AI yang meningkat membutuhkan hierarki memori yang lebih luas.
Kioxia menyebut arsitektur GP1 masih bisa dikembangkan. Target jangka panjangnya, generasi mendatang sanggup menembus 100 juta IOPS. Artinya, kompetisi di segmen penyimpanan untuk infrastruktur AI masih akan berlanjut dan ruang inovasinya terbuka lebar.