NUNUKAN — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan masih melakukan pendataan di lapangan pascaterjangnya angin kencang di Desa Pembeliangan, Kecamatan Sebuku, Selasa (18/8/2026). Kerusakan bangunan dilaporkan terjadi di sejumlah titik permukiman warga.
Berdasarkan laporan harian Pos BPBD Kecamatan Sebuku yang diterima BPBD Nunukan sekitar pukul 11.00 Wita, sedikitnya delapan rumah warga dan empat fasilitas umum terdampak akibat terjangan angin kencang tersebut.
Kasubbid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Nunukan, Mulyadi, mengatakan angin kencang menyebabkan kerusakan pada bagian bangunan rumah warga maupun fasilitas umum. Tim gabungan masih memeriksa tingkat kerusakan di lokasi kejadian.
"Untuk sementara yang kami data ada delapan rumah warga dan empat fasilitas umum yang terdampak. Angin kencang menyebabkan kerusakan pada bangunan," kata Mulyadi.
Ia memastikan tidak ada korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi akibat peristiwa ini. Petugas di lapangan masih melakukan pemantauan dan pendataan terhadap dampak yang ditimbulkan.
"Korban nihil, pengungsi juga nihil. Tim masih melakukan pemantauan dan pendataan di lokasi," ujarnya.
BPBD Nunukan mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah rawan cuaca ekstrem, untuk meningkatkan kewaspadaan. Kondisi angin kencang berpotensi menimbulkan kerusakan pada bangunan maupun pohon di sekitar permukiman.
Pendataan kerusakan yang dilakukan tim BPBD menjadi langkah awal untuk menentukan kebutuhan penanganan dan bantuan bagi warga yang rumahnya terdampak.
"Pendataan kerusakan juga menjadi bagian dari langkah awal untuk menentukan kebutuhan penanganan dan bantuan bagi warga yang rumahnya terdampak," pungkas Mulyadi.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengingatkan potensi hujan sedang hingga lebat di wilayah Nunukan hingga 20 Agustus. Kondisi ini berpotensi memicu cuaca ekstrem seperti angin kencang di beberapa kecamatan, termasuk Sebuku.