JAKARTA — BRI merilis tabel angsuran KUR terbaru untuk periode Agustus 2026 yang memuat simulasi cicilan pinjaman Rp 40 juta. Skema ini menjadi salah satu yang paling banyak dicari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lantaran plafonnya berada di tengah—tidak terlalu kecil untuk modal kerja, tapi masih terjangkau untuk usaha skala rumahan.
Dalam dokumen resmi yang diterbitkan bank, pinjaman Rp 40 juta dengan tenor 12 bulan dibanderol cicilan per bulan sekitar Rp 3,4 jutaan. Sementara itu, untuk tenor yang lebih panjang, yakni 60 bulan atau lima tahun, angsuran bulanan turun ke kisaran Rp 700 ribuan. Angka ini dihitung berdasarkan suku bunga efektif yang berlaku untuk program KUR BRI 2026.
BRI menyediakan enam pilihan tenor untuk pinjaman KUR sebesar Rp 40 juta. Berikut rincian perkiraan angsuran per bulan yang perlu disiapkan calon debitur:
Simulasi ini bersifat indikatif dan dapat berubah mengikuti ketentuan terbaru yang ditetapkan pemerintah serta kebijakan internal BRI. Calon debitur disarankan menghubungi kantor cabang terdekat untuk mendapatkan angka pasti sesuai profil kredit masing-masing.
Plafon Rp 40 juta berada di segmen KUR Mikro yang menyasar usaha dengan kebutuhan modal terbatas. Bagi pedagang pasar, pelaku kuliner rumahan, hingga petani skala kecil, nominal ini cukup untuk membeli peralatan produksi baru atau menambah stok bahan baku tanpa membebani arus kas bulanan.
Bunga program ini pun tergolong ringan dibanding kredit komersial. Pemerintah menetapkan subsidi bunga untuk KUR, sehingga pelaku UMKM hanya menanggung beban bunga di bawah suku bunga pasar. Hal ini yang membuat antrean pengajuan KUR BRI kerap membeludak di awal tahun anggaran.
Proses pengajuan KUR BRI dapat dilakukan melalui dua jalur: datang langsung ke unit atau kantor cabang BRI terdekat, atau melalui aplikasi BRImo untuk nasabah yang sudah memiliki rekening aktif. Calon debitur perlu menyiapkan dokumen dasar seperti KTP, Kartu Keluarga, dan surat izin usaha jika ada.
BRI memprioritaskan debitur yang sudah memiliki usaha berjalan minimal enam bulan. Meski begitu, calon nasabah yang baru merintis usaha tetap bisa mengajukan dengan catatan melampirkan proposal usaha sederhana dan melalui wawancara petugas bank.
Pihak bank mengingatkan agar calon debitur memilih tenor sesuai kemampuan bayar. Cicilan yang terlalu besar di awal bisa mengganggu modal kerja, sementara tenor terlalu panjang berarti total bunga yang dibayar lebih banyak. Idealnya, angsuran bulanan tidak melebihi 30 persen pendapatan bersih usaha.