Dinkes Kaltara Minta Warga Tanjung Selor Pakai Masker N95 Saat Kabut Asap Karhutla, Ini Alasannya

Penulis: Cecep Sudrajat  •  Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:16:01 WIB
Warga Tanjung Selor mengenakan masker N95 untuk mengurangi risiko paparan partikel halus PM2,5 akibat kabut asap karhutla.

TANJUNG SELOR — Dinkes Kaltara menegaskan masker kain dan masker medis biasa tidak lagi cukup untuk melindungi warga dari bahaya kabut asap. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kaltara, Yuan Erenst Sukawatie, SKM., M.Si., mengatakan partikel halus dalam asap kebakaran dapat menembus pori-pori masker standar.

“Untuk kondisi kabut asap seperti sekarang, kami menganjurkan masyarakat menggunakan masker N95. KN95 dan KF94 juga bisa digunakan karena memiliki kemampuan filtrasi yang tinggi,” kata Yuan, Jumat (21/8).

Partikel PM2,5 Jadi Ancaman Utama Kesehatan Warga

Yuan menjelaskan masker berfiltrasi tinggi ini mampu menyaring Particulate Matter (PM) 2,5, yaitu partikel berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan manusia. Paparan partikel ini dalam jangka pendek maupun panjang berisiko memicu berbagai penyakit serius.

“Masker kain dan masker medis biasa tidak cukup untuk menyaring partikel PM2,5. Jadi, gunakan masker yang lebih rapat seperti N95, KN95 atau KF94,” ujarnya.

Lansia dan Penderita Penyakit Pernapasan Diminta Batasi Aktivitas

Dinkes Kaltara meminta kelompok rentan, seperti lansia dan warga dengan riwayat penyakit sensitif terhadap polusi, untuk lebih disiplin menjaga kesehatan. Mereka disarankan membatasi aktivitas di luar rumah hingga kondisi udara dinyatakan membaik.

“Kelompok rentan sebaiknya membatasi aktivitas di luar rumah. Kalau memang harus keluar, gunakan masker yang sesuai dan pastikan terpasang rapat,” jelas Yuan.

Selain pneumonia dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), polusi udara juga dapat memperburuk kondisi penderita asma serta meningkatkan risiko kanker paru.

Warga Diimbau Basahi Lingkungan Rumah Agar Debu Tidak Beterbangan

Untuk meminimalkan dampak kabut asap di dalam rumah, Dinkes Kaltara meminta masyarakat menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal. Membasahi area sekitar rumah dengan air dapat mencegah debu halus mudah beterbangan.

“Lantai, jendela, dan ventilasi perlu dibersihkan secara rutin,” tambah Yuan.

Dinkes Kaltara memastikan imbauan ini akan terus disosialisasikan hingga kualitas udara di Kalimantan Utara kembali normal. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak mengabaikan potensi gangguan kesehatan akibat kabut asap.

Reporter: Cecep Sudrajat
Sumber: fokusborneo.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top