TARAKAN — Perairan Tarakan menjadi saksi kemeriahan perlombaan speedboat yang digelar dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus HUT ke-1 Kodaeral XIII. Ajang ini tak hanya diikuti pembalap lokal, tetapi juga menarik minat peserta dari negeri jiran.
Koordinator lomba sekaligus Komandan Satrol Kodaeral XIII, Kolonel Laut (P) Nurfarit Syarifudin, mengungkapkan bahwa peserta yang turun berasal dari Tarakan, Balikpapan, Samarinda, Penajam, Nunukan, hingga Sebatik. Ia menyebut kehadiran mereka menunjukkan jangkauan perlombaan yang cukup luas.
"Speedboat Race ini diikuti oleh 39 speedboat berasal dari Tarakan, Balikpapan, Samarinda, Penajam, Nunukan, serta Sebatik hingga perbatasan Indonesia-Malaysia," ungkapnya.
Daya tarik ajang ini makin terasa dengan hadirnya pembalap dari luar negeri. Nurfarit menyebutkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, peserta dari Malaysia hingga Singapura turut ambil bagian dalam perlombaan tersebut.
"Kalau ini kan yang pesertanya bukan hanya dari Tarakan, bahkan dari luar negeri itu. Kami dengar tadi dari Malaysia hingga Singapura juga ada," bebernya.
Keterlibatan peserta mancanegara ini dinilai menjadi sinyal positif bagi perkembangan olahraga speedboat di Kalimantan Utara. Semakin luas partisipasi yang masuk, semakin besar pula peluang event ini dikenal di kancah yang lebih luas.
Gubernur Kalimantan Utara, Zainal Arifin Paliwang, menegaskan bahwa provinsi ini memiliki karakter wilayah yang dekat dengan laut dan perairan. Kondisi geografis tersebut dinilainya sebagai modal besar untuk mengembangkan olahraga air yang bernilai wisata.
"Kalimantan Utara dianugerahi kekayaan alam, bentang sungai yang megah, kawasan pesisir dan wilayah maritim yang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi daya tarik sport tourism berbasis maritim," tegasnya.
Menurut Zainal, perlombaan semacam ini tidak hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga mempertemukan masyarakat sekaligus memperkenalkan potensi daerah. Ia ingin olahraga dan pariwisata dapat berjalan beriringan ketika masyarakat datang menyaksikan pertandingan.
Zainal menyebut bahwa semakin besar sebuah kegiatan dan semakin banyak masyarakat yang datang, semakin besar pula peluang manfaatnya dirasakan warga lokal. Aktivitas wisata yang tumbuh dari event ini diyakini mampu menggerakkan sektor ekonomi di sekitarnya.
"Pada saat yang sama urat nadi perekonomian lokal turut berdenyut, para pelaku UMKM, pedagang kecil, penyedia jasa angkutan hingga berbagai sektor ekonomi kira-kira pasti akan memperoleh manfaat dari kegiatan ini," imbuhnya.
Ia pun berharap turnamen seperti ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial belaka. Dengan peserta yang datang dari berbagai wilayah hingga mancanegara, ajang ini dinilai memiliki modal untuk dikembangkan menjadi agenda kalender wisata daerah.
"Saya berharap turnamen-turnamen seperti ini dapat terus dikembangkan menjadi agenda kalender wisata daerah yang mampu mempromosikan Provinsi Kalimantan Utara ke kancah yang lebih luas," bebernya.
"Mari kita dukung kegiatan positif yang mampu menggerakkan masyarakat, menghidupkan ekonomi lokal dan memperkuat semangat kebersamaan," pungkasnya.